Kunjungan Wisman ke Taman Soekasada Oejoeng Lampaui Target

24

Amlapura (Bisnis Bali) – Jumlah pengunjungan ke Taman Soekasada Oejoeng (TSO) Karangasem pada 2018, ternyata tak terpengaruh negatif dari dampak erupsi Gunung Agung  tahun sebelumnya. Jumlah kunjungan wisatawan domestik meski tak melampaui target, tetapi menembus 100 ribu orang lebih. Sementara, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melampaui target yang ditetapkan Badan Pengelola (BP) TSO.

Hal itu disampaikan Manajer BP TSO, Ir. Ida Made Alit, Sabtu (5/1) lalu di Karangasem. Kunjungan wisatawan lokal tahun lalu mencapai 100 ribu orang lebih. Jumlah kunjungan itu, termsuk tidak melampaui target.  “Penyebab target kunjungan wisatawan lokal itu tak tercapai, karena pelajar dari Jawa yang biasanya banyak datang seperti sebelum Gunung Agung erupsi  mulai September 2017, yang datang tahun 2018 berkurang.  Mereka mungkin tak ke Karangasem, karena khawatir dengan situasi Gunung Agung. Padahal, situasi gunung sudah aman dan TSO juga sangat aman, jauh dari paparan erupsi Gunung Agung,” katanya.

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), tahun lalu melampaui target. Dari target 44 ribu orang kunjungan, tercapai  yang datang 78 ribu orang. Dengan target yang terlampaui jauh itu, pendapatan TSO pun melonjak. ”Awalnya, kami dari Badan Pengelola (BP) menargetkan pendapatan hanya Rp 5 miliar, ternyata terlampaui dan kami dapat Rp 6,5 miliar. Tentunya, lanjutnya, pendapatan itu bukan untuk BP TSO saja.  Sesuai perjanjian semula antara pihak Puri Karangasem dengan Pemkab Karangasem, pembagian hasil yakni 40 persen untuk pihak puri selaku pemilik dan pihak Pemkab Karangasem sebesar 60 persennya. Soalnya, pemerintah yang membiayai  rekonstruksi TSO peninggalan raja terakhir Karangasem itu,” katanya.

Tahun ini, katanya, target pendapatan TSO tahun ini, katanya sesuai dengan besar pendapatan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 6,5 miliar. “Semoga situasi aman, sehingga pengunjung tetap datang secara rutin. Kami akan melakukan penataan terus, serta meningkatkan pelayanan, sehingga pengunjung nyaman,’’ katanya.

Dari pendapatan itu, BP TSO wajib menyetor ke Pemkab Karangasem sebesar Rp 900 juta dan ke pihak Puri Karangasem sebesar Rp 600 juta. Sementara sisanya, dikelola BP TSO,baik untuk operasional  seperti menggaji puluhan karyawan. Karyawan yang ada selain penjaga loket karcis, manajemen, juga peñata taman. “Kami juga sama sekali belum memiliki mobil untuk operasional. Padahal, kendaraan itu penting. Beberapa waktu lalu pernah ada pengunjung yang tiba-tiba pingsan, dan kami dari manajemen sangat kesulitan. Mendadak, mau pinjam di mana? Beruntung ada pengunjung lain yang membawa mobil dan itu, dipinjam untuk mengantar pengunjung yang sakit itu ke UGD RSUD Karangasem,” katanya.

Diakui  Ida Made Alit asal Desa Budakeling, Karangasem itu, tingginya kunjungan wisman, tak lepas dari berbagai upaya penataan, serta publikasi dan promosi terus menerus oleh pihak BP TSO. Selain tentunya, ada promosi secara tak langsung dan berantai, dari kalangan pengunjung sebelumnya, yang menyebarkan kunjungannya lewat medsos. Selain itu, kunjungan miss universe dalam rangka reuni, dengan mengunjungi berbagai objek wisata di Karangasem termasuk menggelar penyambutan khusus atau dinner di TSO, menjadi salah satu faktor melonjaknya jumlah kunjungan wisman ke TSO itu.

Ia menambahkan, dengan bukti meningkatnya kunjungan wisman ke TSO, menunjukkan bahwa gejolak dan erupsi Gunung Agung tidak berdampak negatif besar terhadap wisman ke Karangasem, justru jumlah kunjungan meningkat. Wisman banyak yang ingin melihat langsung keindahan dan kemegahan Gunung Agung dari dekat dengan jarak aman ke Karangasem.

Hal itu dibuktikan juga dengan favoritnya pesona Bukit Lempuyang, di mana wisatawan dapat melihat keindahan dan kemegahan Gunung Agung dari jaba Pura Penataran Lempuyang di Banjar Purwayu, Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Karangasem. Dari jaba pura Lempuyang, Gunung Agung tampak megah, indah dan sangat dekat. ‘’Itu terutama saat Gunung Agung tidak diselimuti awan. Pada pagi hari, akan sangat indah,” katanya.

Kebetulan, jalur ke Bukit Lempuyang, satu jalur dengan objek wisata Tirtagangga. Setelah ke Lempuyang, wisman turun ada yang ke objek wisata Amed, dan paling banyak ke TSO. (bud)

BAGIKAN