Kamben Batik kembali Jadi Tren

74

Denpasar (Bisnis Bali) – Masyarakat utamanya umat Hindu selalu disibukkan dengan berbagai kegiatan adat. Selain mengutamakan peran serta kita juga menuntut penampilan yang sebisanya mengikuti zaman. Apalagi belakangan banyak bermunculan model-model kamben yang menjadi tren di kalangan masyarakat. Melihat situasi ini para penjual juga makin kretif dengan menawarkan barang dengan bahan dan harga yang disesuaikan.

Seperti kamben batik yang belakangan ini kembali ngetren di kalangan masyarakat. Kamben yang sekilas terlihat kuno ini ternyata dengan perpaduan yang tepat justru akan terlihat mewah dan istimewa.

“Untuk tahun 2019 ini tampaknya kain batik masih disukai masyarakat kita. Tidak melihat tingkat ekonominya, semua mulai melirik kamben jenis batik ini. Kalau di pertengahan tahun lalu batik yang banyak disukai adalah model dengan warna yang cerah, untuk tahun ini konsumen lebih memilih jenis batik dengan warna yang alami dan klasik,” urai Rika Ayu pemilik Butik Ananda.

Kalau dulu batik ini terkesan kuno namun sekarang justru banyak dicari. Melihat mulai banyaknya permintaan, penjual juga mulai jeli dalam membaca peluang. Kamben batik mulai diproduksi dengan kualitas yang berbeda-beda sehingga siapa pun bisa mengenakannya. Bahkan tak jarang kepiawaian tangan kreatif membuat sulit untuk membedakan kualitas super dan KW.

“Kita juga membaca permintaan pasar, kita siasati agar semua bisa mengenakan kain batik yang sedang tren ini dengan memproduksi kain dengan kualitas yang beragam,” ungkap Rika Ayu.

Batik yang dijual harganya bervariasi. Mulai dari yang paling rendah antara Rp50 ribu-100 ribu, ada juga kualitas menengah yakni kisaran Rp100 ribu-250 ribu hingga yang paling bagus dengan harga antara Rp250 ribu sampai Rp1 juta lebih.  Sementara untuk motif kebanyakan mengadopsi model atau corak kamben batik solo yang tampak kesan klasik dan mewah. (ita)

BAGIKAN