Kade Perdana, Harapan Baru

26

PADA 2019 tidak dipungkiri menjadi tahun yang memberi harapan baru bagi bangkitnya pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut IB. Kade Perdana, kondisi tersebut terlebih lagi didorong oleh kinerja pemerintah dalam mendorong ekonomi nasional yang berupaya keras agar tumbuh tinggi dengan capaian pertumbuhan 7 persen, meski realisasinya hanya mencapai kurang dari 6 persen.

“Dengan sisa masa kepemimpinannya pada 2019, saya yakin presiden Joko Widodo akan terus berusaha menggenjot capaian pertumbuhan ekonomi agar makin membaik,” katanya.

Wakil Ketua Kadin Bali Bidang Finansial dan Moneter ini mengungkapkan, tahun ini dengan telah rampungnya sejumlah infrastruktur akan ikut memberi andil besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Seiring dengan itu, ia yakin pemerintah tentunya akan berusaha mengurangi membanjirnya barang impor dan sebaliknya berupaya mendorong ekspor dengan menjaga stabilitas nilai mata uang rupiah yang selama 2018 mengalami gejolak terdepresiasi mencapai kisaran 8-10 persen.

“Sesungguhnya depresiasi rupiah merupakan momentum yang baik untuk mendorong kinerja ekspor dan mendulang devisa sebanyak banyaknya. Begitu juga dari industri pariwisata dalam rangka memperbaiki defisit transaksi berjalan dan memperkuat cadangan devisa,” ujarnya.

Di sisi lain adanya kecenderungan penurunan harga minyak dunia, akuinya memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, khususnya terjaganya inflasi yang dimungkinkan disebabkan oleh kebijakan kenaikan BBM. Bercermin dari itu, ia optimis tahun ini pencapaian inflasi berpeluang akan terjaga di titik rendah atau dikisaran 3,5 persen plus minus 1 persen.

“Semua itu akan menjadi modal awal terhadap kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional yang signifikan, bahkan tumbuh dalam kisaran 6 persen pada tahun ini,” kata pemilik Bajang Bali Boutique dan kuliner Warung Merdeka ini. (man)

BAGIKAN