Denpasar (Bisnis Bali) –Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang turun per 5 Januari 2019 lalu, berpengaruh kepada peningkatan konsumsi pertamax. Tidak hanya itu, Pertamina bahkan memprediksi terjadi peralihan konsumsi premium ke pertamax.

“Berapa persen peralihan konsumsi premium ke pertamax belum bisa dikalkulasi karena transaksi masih terjadi dalam hitungan hari. Kendati demikian seiring harga BBM nonsubsidi yang turun, animo masyarakat menggunakan pertamax meningkat,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V, Rico, Selasa (8/1) kemarin.

Ia mengatakan, kenaikan konsumsi pascapenurunan harga BBM nonsubsidi idealnya baru terlihat kurang lebih satu minggu pascaperubahan harga. Sementara berlakunya penyesuaian harga BBM nonsubsidi baru berlangsung 1-2 hari sehingga tren kenaikannya belum begitu terlihat.

“Namun demikian Pertamina memprediksi akan terjadi kenaikan konsumsi BBM nonsubsidi,” ujarnya.

Sedangkan BBM subsidi, Rico menyampaikan, konsumsi premium maupun solar sampai saat ini cenderung stabil mengingat tidak ada perubahan harga. Ini pula membuat di lapangan dengan adanya penurunan harga pertamax dan lainnya, masyarakat biasanya cukup banyak yang beralih dari premium ke pertamax atau pertalite.

Seperti diketahui mulai Sabtu (5/1) pukul 00.00 Wib, harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian. Harga pertamax kini Rp 10.200 per liter atau turun Rp 200 dari sebelumnya Rp 10.400 per liter dan pertalite Rp 7.650 dari sebelumnya Rp 7.800 per liter.

Terkait stok, Rico memastikan dalam jumlah cukup. Hingga 8 Januari untuk premium mencapai 10.900 kiloliter (KL), pertamax 4.110 KL dan pertalie 9.135 KL.

Sebelumnya diberitakan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam keterangan resmi mengatakan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti turunnya harga rata-rata minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar AS. Penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina, telah sesuai dengan mekanisme dan peraturan yang berlaku.

BUMN ini pun mengakui melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dengan besaran yang bervariatif.

Harga BBM nonsubsidi yang kini berlaku selain Pertamax dan pertalite yaitu Pertamax Turbo turun Rp 250 per liter dari Rp 12.250 menjadi Rp 12.000 per liter. Dexlite turun Rp 200 per liter Rp 10.500 menjadi Rp 10.300 per liter dan Dex turun Rp 100 per liter dari Rp 11.850 menjadi Rp 11.750 per liter

Harga baru yang berlaku di beberapa daerah bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah. Untuk detail harga BBM dapat dilihat diwww.pertamina.com.*dik

BAGIKAN