Tabanan (Bisnis Bali) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Tabanan akan menggenjot promosi wisata melalui media sosial (medsos). Hal itu dilakukan menyusul kian meningkatnya pengguna medsos, sekaligus guna menyikapi minimnya dana promosi yang dialokasikan ke Dispar Tabanan pada tahun ini.

“Tahun ini alokasi untuk dana promosi masih berproses. Namun, ada kemungkinan dari alokasi yang diajukan mencapai sekitar Rp 1 miliar, jumlah tersebut tidak bisa dialokasikan, malah ada kemungkinan alokasi dana promosi untuk tahun ini tidak sebesar dari tahun lalu yang mencapai Rp 200 juta,” kata Kepala Dispar Tabanan, I Made Yasa, di Tabanan, Selasa (8/1).

Ia mengatakan, kemungkinan kecilnya dana untuk alokasi anggaran promosi yang didapat oleh Dispar Tabanan tahun ini, seiring dengan imbas dari defisit anggaran yang terjadi. Mesk anggaran promosi ini menurun, tetap optimis untuk bisa menjaga angka kunjungan wisatawan untuk datang ke sejumlah objek yang ada di Kabupaten Tabanan pada tahun ini.

Menurut Yasa, dana promosi memang penting karena dari sana bisa melakukan untuk pengenalan pariwisata yang ada di Tabanan ke sejumlah daerah, baik itu dalam maupun luar negeri. Sayangnya, tahun ini hal tersebut kurang optimal dilakukan karena terbatasnya dana promosi, sebagai alternatifnya pihaknya akan menggenjot celah promosi dengan menggandeng DTW yang ada di Kabupaten Tabanan, menggandeng kabupaten/kota lainnya di Bali, dan terpenting adalah promosi melalui medsos.

“Banyak celah yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan promosi dalam menyikapi terbatasnya anggaran. Di sisi lain peran medsos sendiri sangat efektip dalam menarik angka kunjungan, itu seiring dengan banyaknya pengguna medsos sekarang ini,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya tetap mendorong agar masing-masing DTW dapat melakukan promosi pariwisata yang maksimal dengan anggaran yang dimiliki masing-masing sehingga pariwisata di Tabanan tetap menggeliat. Sekaligus, target peningkatan kunjungan masih bisa dicapai pada tahun ini.. (man)

BAGIKAN