The Fed tak Naik Agresif, Bank Diminta Gencarkan Kredit

22

Denpasar (Bisnis Bali) – Suku bunga The Fed diprediksi tidak naik agresif pada 2019. Kondisi ini diharapkan bisa merangsang perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit ke masyarakat.

Pemerhati perbankan Kusumayani, M.M. di Sanur, Minggu (6/1) kemarin mengatakan, untuk sementara waktu memang ada kelegaan jika informasi The Fed tidak akan agresif menaikkan bunga acuannya tahun ini. Walaupun naik, tidak akan tinggi seperti prediksi sebelumnya. Kondisi ini berarti peluang bagi bank tidak menaikkan suku bunga atau menerapkan tren suku bunga tinggi.

“Sebelumnya memang ada kekhawatiran bila suku bunga The Fed naik akan berimbas pada pelemahan rupiah dan berimbas pada kondisi ekonomi,” ujarnya.

Ia mengatakan, kini kenyataannya suku bunga The Fed masih tetap sehingga tidak ada lagi yang harus dikhawatirkan. Likuiditas juga terjaga dengan baik di BI dan kondisi ekonomi dalam kondisi baik. Oleh karena itu perbankan tidak perlu khawatir. Perbankan harus terus berupaya mempertahankan kinerjanya, khususnya pada penyaluran kreditnya. Optimistis pertumbuhan kredit industri perbankan pada 2019 akan membaik harus terus dipegang, kendati pada awal tahun ini pertumbuhannya relatif melambat.

“Kondisi perbankan sudah membaik saat ini meski suku bunga belum juga turun. Ini berarti industri perbankan masih mampu menunjukkan kinerjanya dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap pertumbuhan penyaluran kredit perbankan perlu untuk terus dijaga agar tetap dalam bergerak positif sesuai rencana bisnis bank yang telah ditetapkan. Jangan sampai, pertumbuhan penyaluran kredit mengalami kemunduran atau stagnan. Untuk itu, pengelola bank harus melakukan berbagai terobosan untuk menjaga pertumbuhan penyaluran kredit.

“Sudah saatnya perbankan untuk dapat memperbaiki pertumbuhan penyaluran kreditnya dibandingkan tahun lalu. Tahun ini rata-rata bank menargetkan pertumbuhan kredit 20 persen,” katanya.

Sistem kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit harus lebih dimantapkan tanpa meninggalkan sektor UMKM sebagai sektor yang perlu mendapat perhatian bank.

Hal sama dikatakan mantan Dirut Bank Sinar IB Kade Perdana. Kata dia, kredit masih akan tumbuh asalkan perbankan fokus pada pelayanan dan kehati-hatian. Ia menyarankan, langkah kongkret yang dilakukan perbankan adalah memperkuat keunggulan bersaing dengan mengapresiasi efisiensi di segala lini tanpa mengurangi peluang meraih nilai tambah. Menciptakan pelayanan prima dengan inovasi lebih baik dari pesaing, mempertahankan nasabah prima, menciptakan daya tarik yang unik dan memperkuat loyalitas pelanggan dengan mengintensifkan sentuhan sesuai budaya dan adat istiadat. (dik)

BAGIKAN