Kuatkan Daya Saing, Pemotif Perhiasan Bali Diminta Sportif

25

Tabanan (Bisnis Bali) –  Iklim persaingan yang sehat dan konstruktif mesti dibangun para pemotif perhiasan Bali dalam menguatkan daya saing produk lokal (Bali). Antarpemotif tak boleh latah dalam menghasilkan karya seni desain dan motif karena dikhawatirkan menjadi bumerang rendahnya daya saing industri perhiasan lokal. Demikian Owner Wirata Jewelry, Kadek Ariana, baru-baru ini.

Menurutnya, inovasi merupakan bagian dari jati diri pemotif dalam menggeluti bisnis seni yang terkenal memiliki kiblat di pasar dunia. Dengan mengembangkan sportivitas dalam bersaing, diyakini akan saling menguatkan satu sama lainnya. Khususnya industri perhiasan Bali akan menjadi makin tanguh baik dari sisi manajemen usaha, juga dalam kompetisi meningkatkan devisa bagi negara.

“Sesungguhnya sportivitas dan kemampuan personal seseorang itu tak hanya berlaku di bisnis perhiasan saja, tapi juga bidang kerja atau usaha lain. Jika sportivitas tak jalan alias manajemen kurang peka dalam menempatkan SDM maka hasilnya takkan optimal, yang ada cepat atau lambat akan mengulangi kegagalan yang sama,” imbuhnya seraya mengatakan pemotif yang mumpuni tak tabu untuk terus mengevaluasi diri mencari referensi baru agar mampu menghasilkan karya terbaru.

Dia juga memandang jika inovasi dan sportivitas dalam bersaing terjaga maka semua akan berlomba untuk menunjukkan yang terbaik. Umumnya praktik penjiplakan desain dan motif muncul akibat rendahnya daya saing SDM. Ini pasti berorientasi kepentingan sesaat padahal pengaruhnya sangat besar menjatuhkan daya saing produk perhiasan secara umum.

Bagaimana tidak  dengan muncul produk hasil jiplakan maka harganya akan lebih murah, dan menyulitkan para pemotif lain meningkatkan daya saing harga.

Sebelumnya pemotif perhiasan Agung Swastika menyampaikan sikap latah harus dihilangkan dari mindset pemotif Bali agar lebih mampu mengembangkan usaha. Usaha perhiasan adalah usaha kearifan lokal yang perlu di-manage profesional, bukan atas dasar suka atau tidak suka, atau tebang pilih.

Di perusahaan yang dipimpin manajemen seperti itu yang ada hanyalah kondisi tak kondusif dan kreativitas akan sulit bertumbuh. Yang baik,  tumbuhkan semangat bersaing sehat di dalam usaha dan sportif dalam menilai kemampuan SDM, agar industri peehiasan Bali yang menyerap banyak tenaga kerja khususnya pemotif bisa berkembang dengan positif seiring meningkatnya profit yang diraih perusahaan. (gun)

BAGIKAN