Dibayangi Fluktuasi Rupiah, Nilai Impor Bali Melonjak Ratusan Persen

21

Denpasar (Bisnis Bali) – November 2018, nilai impor Provinsi Bali mencatat lonjakan yang fantastis. Betapa tidak, bila bulan sebelumnya tahun yang sama nilai impor Pulau Dewata hanya mencapai 19.407.111 dolar AS, sedangkan pada November nilai impor Bali melejit mencapai 77.723.439 dolar AS.

“Dari Oktober 2018 ke November tahun yang sama nilai total impor Bali ini mengalami lonjakan  cukup drastis, bahkan jika melihat perbandingan November 2017 yang tercatat mencapai 12.605.839 dolar AS, impor Bali periode sama 2018 lalu juga tidak kalah mencengangkan dengan capaian hingga 516,57 persen,” tutur Kepala Bidang Integrasi Pengolahan Data Statistik BPS Bali Kadek Agus Wirawan, di Denpasar, belum lama ini.

Terangnya, November 2018 secara umum peningkatan impor didominasi oleh peningkatan perdagangan dari Tiongkok mencapai 63.208.783 dolar AS. Imbuhnya, kontribusi yang cukup tinggi atas Tiongkok dalam peningkatan impor tersebut, didominasi oleh impor produk kapal laut dan bangunan terapung (berupa kapal angkutan laut untuk gas) yang sebelumnya tercatat tidak ada impor atas produk tersebut.

Papar Agus Wirawan, menurut negara asal impor utama, sebagian besar impor tercatat berasal dari Tiongkok 84,97 persen, Hongkong 4,91 persen, Amerika Serikat 4,09 persen, Australia 1,43 persen, Thailand 0,79 persen, Singapura 0,75 persen, Jerman 0,55 persen, Prancis 0,33 persen, Italia 0,23 persen, Selandia Baru 0,22 persen, dan lainnya 1,72 persen. Katanya, dari sepuluh besar negara utama asal impor, tiga negara asal impor mengalami peningkatan dengan peningkatan terbesar mencapai ratusan persen yang dicapai oleh Tiongkok, khususnya komoditas kapal laut dan bangunan terapung.

“Selain Tiongkok, negara asal impor yang juga mengalami peningkatan dalam persentase yang sama antara lain New Zealand, didominasi oleh produk mesin dan perlengkapan mekanik,” ujarnya.

Sementara itu, tambahnya, di samping ada sejumlah negara yang mengalami lonjakan impor, pada periode yang sama ada beberapa negara asal impor mengalami penurunan secara month to month. Di antaranya, impor asal Jerman mengalami penurunan terdalam mencapai 71,47 persen yang didominasi oleh penurunan impor produk perhiasan atau permata. Hal sama juga terjadi pada impor asal Singapura yang menurun 36,09 persen, impor asal Italia menurun 15,05 persen, impor asal Prancis menurun 11,78 persen, impor asal Amerika Serikat menurun 6,28 persen, impor asal Thailand menurun 4,53 persen, dan impor asal Hongkong menurun hingga 2,53 persen. (man)

BAGIKAN