Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengingatkan pengusaha bawang di Pasar Galiran agar menjaga kebersihan lingkungan.

Semarapura (Bisnis Bali) – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menumpahkan kemarahannya kepada sejumlah pengusaha bawang yang ada di area Pasar Galiran Klungkung. Pasalnya, para pengusaha tersebut tidak memiliki tempat sampah dan membuang sisa-sisa kulit bawangnya ke arah jalan dengan sembarangan.

Hal ini menjadi temuan Bupati Suwirta saat melakukan monitoring penegakan Perda tentang Sampah, KTR dan Ketertiban Umum dengan menaiki kendaraan satgas kebersihan di seputar Kota Semarapura hingga Pasar Galiran. “Kenapa sampah kulit bawangnya dibuang begitu saja ke jalan? Kenapa usaha besar seperti ini tidak menyediakan tempat sampah? Cepat bersihkan, akan saya tunggu sampai jalan ini bersih,” ujar Bupati Suwirta dengan ketus kepada pemilik usaha bawang.

Akibat ulah para pengusaha ini, beberapa titik jalan tampak kotor, dan sejumlah got tersumbat akibat tumpukan sampah kulit bawang dan plastik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Anak Agung Kirana, serta Kasatpol PP, Putu Suarta yang turut mendampingi bupati pun ikut mewanti-wanti para pemilik usaha yang sebagian besar dari Bima, NTB ini untuk senantiasa menjaga kebersihan. “Kami sedang menegakkan Perda tentang kebersihan. Jika anda tidak mentaati Perda, maka akan dikenakan sanksi tegas, yaitu denda Rp 50 juta. Besok atau lusa akan kami cek lagi, jika masih kotor seperti ini maka akan kami tindak,” ujar Kasatpol PP Putu Suarta.

Selain mengingatkan para pedagang dan pengusaha bawang, Bupati Suwirta juga melarang sejumlah kendaraan yang kedapatan parkir di atas trotoar, melarang para pedagang menempatkan dagangannya di atas trotoar, serta mencabut beberapa spanduk iklan rokok yang terpasang di warung-warung.

Bupati Suwirta menegaskan, Perda Nomor 7 tahun 2014 sudah diselesaikan pada 2014 lalu, namun pelaksanaannya tidak sepenuhnya, dan tahun ini akan diberlakukan dengan tegas. Sampah rumah tangga pada pagi hari ditempatkan di luar rumah pada jam 6 – 7 pagi, dan sore pada pukul 15.00 – 16.00 wita. Hari Senin hanya untuk sampah nonorganik, seperti plastik, kertas, kaca dan lain lain, sedangkan Selasa sampai Minggu untuk sampah organik, seperti daun, sisan banten, bunga, sisa makanan, dan lain lain. “Aksi saya ini bukan untuk pencitraan dan main gertak, namun ini untuk kebaikan kita bersama sehingga Klungkung akan senantiasa dalam keadaan bersih, aman dan sehat,” ujar Bupati Suwirta. (dar)

BAGIKAN