ANGGREK spesies, selama ini kurang diminati masyarakat karena tingkat kesulitan perawatan lebih tinggi ketimbang anggrek hibrida. Namun belakangan, anggrek ini makin banyak penghobinya dan mulai dibudidayakan.

Kiki, penghobi sekaligus penjual tanaman anggrek menuturkan, anggrek spesies adalah bunga anggrek jenis asli yang tumbuh dan berkembang di alam bebas sedangkan anggrek hibrida adalah bunga anggrek hasil persilangan yang pertumbuhannya dibantu oleh manusia.

“Tetapi saat ini anggrek spesies saat ini sudah banyak dibudidayakan sehingga tidak lagi merusak habitat aslinya. Dengan demikian anggrek juga sudah menyesuaikan dengan kondisi lingkungan di perkotaan, sehingga lebih mudah berbunga ketimbang dengan anggrek yang diambil dari hutan,” tuturnya Kamis (3/1) kemarin, di Renon Denpasar.

Anggrek spesies saat ini lebih banyak diburu oleh para kolektor anggrek. “Anggrek spesies ini meski sudah mulai dibudidayakan, masih tergolong langka dibandingkan anggrek hibrida. Makanya dari segi harga anggrek ini jauh lebih tinggi dari anggrek jenis hibrida,” tukasnya.

Untuk pemeliharaan dikatakan sama saja dengan anggrek hibrida, meski diakui selama ini banyak orang gagal membuat anggrek spesies berbunga. “Pada dasarnya untuk membuat anggrek spesies mau berbunga, lingkungan tempat dia hidup harus dibuat sama atau mirip dengan tempat asalnya. Perawatan ekstra harus dilakukan, kalau perawatan tepat pasti anggrek akan berbunga,” ungkapnya.

Dipaparkan, penyiraman dilakukan sedikitnya dua kali sehari. “Kalau secara sederhana kalau kita punya air cucian beras itu sangat baik untuk pertumbuhan anggrek. Tapi kalau memiliki anggaran lebih, bisa membeli pupuk dan lakukan pemupukan dua kali seminggu,” tukasnya.

Pada kuncinya anggrek membutuhkan sinar matahari, kelembaban, angin baru kemudian pupuk. Kalau pertumbuhan sudah bagus dan 4 unsur tersebut sudah terpenuhi maka mencari bunga itu sangat mudah.

“Agar anggrek tumbuh subur beri pupuk yang kandungan NPK nya seimbang. Kalau mau membungkam beri pupuk dengan kandungan pospor dan kaliumnya ditinggalkan,” pungkasnya. (pur)

BAGIKAN