Tabanan akan Gandeng Desa Pakraman, Sikapi Pergub Sampah Plastik

38

Tabanan (Bisnis Bali) – Pemerintah Kabupaten Tabanan berencana akan menggandeng Desa Pakraman dalam menyikapi atau mengamankan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Plastik Sekali Pakai. Pergub penggunaan plastik itu sendiri berlaku mulai Januari dengan target mampu mengurangi 60-70 sampah plastik di suluruh Bali.

“Saya setuju dari arahan Guberbur Bali melalui Pergub untuk ramai-rmai memerangi sampah plastik,” tutur Wakil Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di sela –sela kegiatan simakrama dengan guru besar dan tokoh masyarakat Tabanan dalam rangka menyambut Hari Raya Natal, Rahina Suci Galungan dan Kuningan 2018, serta Tahun Baru 2019, di Gedung I Ketut Maria Tabanan, belum lama ini.

Terangnya, kebijakan Gubernur Bali terkait Pembatasan Timbunan Plastik Sekali Pakai yang mulai berlaku tahun ini patut diapresiasi. Sebab akuinya, menurut analiasis sejumlah ahli mengatakan bahwa sampah plastik sangat berbahaya bagi keseimbangan alam, mengingat sampah plastik jika dibiarkan akang sangat sukar untuk terurai. Kalau pun bisa, diperlukan waktu hingga ratusan tahun untuk mengurangi dari sampah plastik ini.

Jelas Sanjaya, bercermin dari itu, maka diperlukan upaya bersama-sama di masing-masing kabupaten/kota di Bali untuk ikut mengamankan Pergub No. 97 Tahun 2018. Di Kabupaten Tabanan, pihaknya berencana dalam mengamankan Pergub Sampah Plastik tersebut akan menggandeng Desa Pekraman. “Kami sudah menangkap apa yang menjadi keiinginan dari gubernur melalui Pergub tersebut. Terkait itu, kami akan meminta kepada asisten bidang hukum, yakni sebelum kebijakan tersebut diperdakan harus dibuat dulu Peraturan Bupati (Perbup),” ujarnya.

Sambungnya, Perbup tersebut salah satunya akan menyangkut adanya pemberiaan sangsi. Meski begitu, harapannya menyikapi Pergub Sampah Pelastik ini, bukan terfokus hanya pada pemberian sangsi saja, karena bercermin dari Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) lalu dengan adanya sangsi, ternyata masih juga ada yang melanggar. Sebab itu, diperlukan adanya perubahan mindset atau pola pikir dari masyarakat dalam menekan penggunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari.

“Perubahan mindset ini penting, maka sosialisasi terkait pencegahan penimbunan sampah plastik harus dilakukan. Salah satunya melalui dinas terkait bekerja sama dengan Desa Pakraman,” pungkasnya.

Menurut Wakil Bupati  dua periode ini, bila desa pakraman sudah melakukan sosialisasi hingga ke bawah. Pihaknya yakin walau tanpa adanya sangsi, masyarakat Tabanan akan meminimais penggunaan plastik, karena pola piker masyarakat adalah untuk ikut menjaga lingkungan dari timbunan sampah plastik.(man)

BAGIKAN