Amlapura (Bisnis Bali) – Cuaca buruk di laut belakangan ini menyebabkan nelayan banyak yang tak berani melaut. Akibatnya, persediaan ikan laut terbatas, dan harga pun melonjak. Puncak harga ikan termahal yakni menjelang malam pergantian tahun baru Senin (31/12) lalu. Harga ikan laut jenis cakalang ukuran lebih kecil, tembus Rp 7 ribu per ekor.

Hal itu disampaikan sejumlah nelayan di Ujung Pesisi, Karangasem, Nurfiah dan Nosriun, saat ditemui  Rabu (2/1) kemarin. Nurfiah mengatakan, melangitnya harga ikan cakalang segar menjelang malam pergantian tahun, karena permintaan membludak. Banyak warga membeli ikan untuk dibakar, untuk pesta menyambut malam pergantian tahun.  Namun sehari setelah tahun baru, harga ikan lebih murah, tetapi masih lebih tinggi dari  hari sebelumnya, dengan jenis dan ukuran cakalang yang sama.

Nurfiah mengatakan, harga ikan kemarin, berkisar Rp 5 ribu untuk ukuran paling kecil. Jika lebih besar, harganya Rp 8 ribu lebih. Penyebabnya, produksi ikan laut terbatas, sebagai akibat banyak nelayan bertahan tak berani melaut, karena cuaca buruk. Arus laut dan gelombang kerap besar, sementara angin kencang tak terduga. ‘’Kami para nelayan sangat berhati-hati melaut. Risiko di laut sangat besar. Soalnya, cuaca sedang kurang bersahabat dan di laut, perubahan cuaca buruk bisa sangat cepat dan sulit ditebak,’’ papar Nurfiah.

Nurfiah dan nelayan lainnya mengatakan, meski harga ikan cukup melonjak, nelayan juga tak terlalu banyak bisa menikmati hasil atau keuntungan. Sebab, hasil tangkapan belakangan ini juga tak seberapa, karena cuaca di laut juga kurang bersahabat. Saat hujan, nelayan hanya sedikit mendapatkan tangkapan ikan, bahkan sering tak dapat ikan. ‘’Saat siang menjelang malam pergantian tahun, memang ikan laris dan ikan juga dijual lebih tinggi. Terkadang berapa pun pedagang ikan menjualnya, pembeli terpaksa membeli. Namun pedagang ikan juga tak mau seenaknya menjual harga ikan dengan harga sangat tinggi,’’ ujar pedagang ikan, Musinah.

Sementara itu dari pantauan kemarin, dari sejumlah pedagang ikan segar yang biasa menjajakan dagangannya di pinggir jalan di sejumlah lokasi, seperti di Pengalon, Antiga Kelod, Karangasem, di Jasri dan di Ujung Pesisi depan Taman Soekasada Oejoeng, harga ikan cakalang rata-rata Rp 5 ribu per ekor untuk ukuran kecil. Hal yang sama juga pada pedagang ikan segar di pasar tradisional, seperti di Pasar Amlapura Timur, Amlapura Barat dan di Pasar Karangsokong Subagan. Seorang ibu rumah tangga, Kadek Mari mengatakan pihaknya membeli ikan cakalang atau awan Rp 5 ribu per ekor untuk ukuran yang kecil. Ukuran besar, dijual pedagang Rp 10 ribu atau Rp 12 ribu. ‘’Harga ikan pindang, lebih mahal lagi. Per ekor pindang yang kecil paling murah Rp 6 ribu,’’ kata Mari. (bud)

BAGIKAN