Disperindag Denpasar Gelar Workshop Desain Kemasan bagi Wirausaha Pemula

20

Denpasar (Bisnis Bali) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menggelar workshop desain kemasan. Bahkan, mendatangkan narasumber dari Denpasar Desain Center (DDC)   yang peserta menyasar wirausaha pemula. Kegiatan ini dilaksanakan di Wantilan Hotel Inna Bali, Sabtu (29/12).

Pagelaran ini memeriahkan ajang Denfest 2018 ini tujuannya agar para wirausaha pemula mengetahui cara membuat kemasan yang bagus, menarik sehingga produk yang dikemas memiliki nilai tambah dan para instruktur memberikan pelatihan menggunakan bahan ramah lingkungan . Selain itu dalam workshop diberikan pemahaman atau tips dalam berwirausaha di zaman milenial ini.

”Sehingga wirausaha pemula bisa meningkatkan kreativitasnya,” ujar Plt. Kepala Dinas Disperindag Kota Denpasar, Ir. IB Anom Suniem, M.M.

Sementara itu, narasumber I Gusti Ngurah Gede Suyasa, S.E., M.Si.,  mengatakan, dalam seminar ini peserta diberikan pemahaman tentang cara membuat desain kemasan mulai dari warna, bentuk.  Sebagai pelaku usaha juga diberikan pemahaman cara memilah pasar-pasar yang dituju. Setelah desain bagus juga harus diperhatikan bahan kemasan tersebut. Mengingat bahan kemasan terbuat dari berbagai bahan di antaranya kertas, plastik, kaleng dan lainnya. Tidak hanya itu pelaku usaha harus memperhatikan packaging, sehingga tidak membahayakan konsumen.

Sesuai dengan Peraturan Gubenur No. 97/2018 dan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 36/2018 mengenai plastik maka salah satu kemasan menggunakan plastik harus dieliminasi. “Maka dari itu kita lakukan workshop ini sehingga pelaku wirausaha pemula bisa membuat desain kemasan tanpa menggunakan plastik,’’ katanya.

Tidak hanya itu untuk ingin menyukseskan produk itu perlu adanya influential atau yang mempengaruhi dari tokoh. ‘’Dengan influential konsumen akan berpikir idolanya yang cantik menggunakan produk itu kenapa saya tidak menggunakannya,’’ jelasnya.

Selain kemasan yang unik dan menarik, Suyasa juga meminta agar wirausaha pemula dalam pembayaran juga harus menggunakan transaksi non-tunai. Hal itu wajib disediakan karena kebanyakan orang tidak suka membawa uang banyak ke mana mana dan untuk mempermudah pembeli.

Salah satu peserta workshop Renina dari SMAN 3 Denpasar mengaku senang mengikuti workshop ini. Karena ia bisa mengetahui cara membuat kemasan yang bagus, menarik tentunya berbahan alami. Selain itu ia juga bisa mengetahui tips menjadi wirausaha muda. ‘’Dengan mengikuti ini saya juga telah memiliki ide untuk berwirausaha sambil sekolah,’’ ujarnya. (sta)

BAGIKAN