Denpasar (Bisnis Bali) – Pemkot Denpasar sangat mendorong masyarakat mampu menciptakan ekonomi kreatif. Melalui ekonomi kreatif diyakini masyarakat akan lebih sejahtera. Seperti eksistensi PPT (Perkumpulan Pecinta Tanaman) Kota Denpasar senantiasa memberikan manfaat positif untuk masyarakat. Selain program penanaman pohon dan tanaman-tanaman obat, PPT juga memproduksi aneka loloh herbal. Untul memperkenalkan bukan hanya melalui informasi di internet, melainkan setiap Denpasar Festival (Denfest) rutin diikutinya. Loloh merupakan minuman tradisional yang kaya akan manfaat. Hal tersebut sekaligus sebagai potensi ekonomi kreatif dan sangat bermanfaat untuk kesehatan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua PPT Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra saat mengunjungi stan loloh PPT Kota Denpasar, baru – baru ini.

Dalam kesempatan tersebut Selly Dahramawijaya Mantra mencicipi aneka varian loloh yang disuguhkan. Menariknya loloh ini langsung dapat dinikmati pengunjung secara langsung menggunakan gelas kecil berbahan kaca. “Ada loloh pegagan, kunyit, temulawak dan masih banyak lagi. Semuanya segar karena diolah dengan cara alami. Terkait dengan pengembangan usaha ekonomi kreatif untuk memproduksi loloh atau ramuan herbal khas tradisional Bali itu dengan mengambil sari dari sejumlah daun herbal dan temu-temuan yang masih segar,” katanya.

Sementara itu, salah seorang anggota PPT Kota Denpasar, I Gusti Ayu Angreni mengatakan, sebelumnya para anggota khususnya ibu-ibu PKK memang sudah diberikan pelatihan membuat loloh dengan standardisasi yang baik. Tujuannya untuk dapat tambahan pendapatan. “Kami memang sudah mendapatkan pelatihan sebelumnya, dan ini sangat bermanfaat karena ibu-ibu yang terlibat jadinya juga memiliki keahlian,” ujarnya.

Selain itu, kesempatan untuk terus produktif juga terbuka lebar karena loloh aneka varian rasa ini sangat diminati masyarakat. “Tentu ini untuk mendukung program ekonomi kreatif juga karena kita diajarkan untuk bisa menemukan peluang usaha di bidang ini,” katanya.

Salah seorang pengunjung, Citra Wahyuni mengakui bahwa rasa loloh yang disuguhkan sangat segar dan alami. “Saya apoteker dan sudah pasti sering bergelut dengan obat.  Nah, kalau masyarakat bisa menjadikan minum loloh sebagai kebiasaan positif, itu juga salah satu upaya untuk menjaga kesehatan agar tubuh tetap bugar. Jadi tidak gampang sakit,” katanya. (sta)

BAGIKAN