BPR di Bali Berharap tetap Tumbuh

22

Gianyar (Bisnis Bali) – Ekonomi Bali pada 2019 ini diprediksi masih dipengaruhi perlambatan ekonomi global. Oleh karena itu, BPR harus berhati-hati menyalurkan kredit agar tetap bisa tumbuh seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ketua DPK Perbarindo Kabupaten Gianyar, Made Suarja Rabu (2/1) mengatakan, pada 2018 BPR menyalurkan kredit  kepada siapa saja. Pada 2019, BPR tentu lebih selektif dalam mnyalurkan kredit.

Direktur BPR Udary ini menjelaskan, kredit yang disalurkan BPR fokus kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkan kredit. Ini salah satunya menggarap sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dipaparkannya, selama ini BPR sangat dekat dengan sektor UMKM. BPR harus lebih fokus untuk membantu penguatan permodalan sektor UMKM.

Ia menegaskan, BPR sangat berhati-hati terhadap para spekulan kredit khususnya di sektor properti. Hal ini dikarenakan, sektor properti memberikan sumbangsih terbesar terhadap peningkatan kredit bermasalah (NPL) BPR.

Lebih lanjut Suarja mengatakan, kondisi perbankan termasuk BPR 2019 diprediksi masih merasakan adanya perlambatan ekonomi. Hanya saja keuangan BPR masih bisa tetap tumbuh. Seperti keuangan BPR 2018 mengalami pertumbuhan. Hanya saja, peningkatan pertumbuhan BPR 2018 masih lebih rendah dari peningkatan pertumbuhan keuangan BPR 2017.

Suarja menegaskan, BPR berharap bisa lebih optimal menggaet dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit 2019. Dengan begitu, peningkatan pertumbuhan keuangan BPR 2019 diharapkan bisa lebih tinggi dari peningkatan pertumbuhan keungan BPR 2018. (kup)

BAGIKAN