Imbas Larangan Mudik, Transaksi di Bali Stagnan

Aktivitas mudik pada momen hari raya Idul Fitri biasanya memberi pengaruh terhadap menurunnya transaksi ekonomi di Bali.

Denpasar (bisnisbali.com) – Aktivitas mudik pada momen hari raya Idul Fitri biasanya memberi pengaruh terhadap menurunnya transaksi ekonomi di Bali. Hal ini dikarenakan sebagain dari umat muslim yang tinggal di Bali pulang ke kampung halamannya. Namun, larangan mudik tahun ini membuat sebuah pengecualian, yakni peluang transaksi tetap seperti biasanya, bahkan ada kenaikan konsumsi yang terjadi mengingat dalam suasana hari raya.

Pengamat Ekonomi, Prof. Dr I Wayan Ramantha, S.E., M.M. Ak, saat diwawancarai di Denpasar, Senin (3/5), mengatakan, momen Lebaran yang biasanya banyak masyarakat mudik akan memberikan pengaruh terhadap penurunan transaksi di Bali. Terutama pedagang kaki lima yang lebih banyak dari luar Bali akan pulang ke kampung halamannya. Dengan adanya larangan mudik tahun ini, maka penurunan tersebut diperkirakan tidak akan terjadi.

Dengan berlakunya larangan mudik ini, peningkatan secara ekonomi tidak terjadi, namun berpeluang tidak terjadi penurunan transaksi. “Kalau peningkatan transaksi, saya rasa tidak. Akan sama seperti biasanya,” ungkapnya.

Akibat momen hari raya, akan ada peningkatan konsumsi yang terjadi di masyarakat. Hal itu sudah menjadi kebiasaan pada setiap momen hari raya umat beragama di Bali. “Kalau imbas dari hari raya, tentu akan ada peningkatan konsumsi. Namun itu bukan dampak dari kebijakan mudik,” tegasnya.

Disinggung soal jasa transportasi yang mengalami penurunan pendapatan akibat larangan mudik ini, Prof Ramantha menjelaskan, itu tidak memberi pengaruh signifikan. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan masyarakat mudik menggunakan kendaraan pribadi. *wid

BAGIKAN