Imbas Corona, Industri BPR Optimis tetap Tumbuh

WABAH virus corona di Kota Wuhan Tiongkok diyakinkan akan berimbas pada penurunan di sektor pariwisata Bali.

Tahun 2020 diyakini akan terjadi perlambatan ekonomi, dan penurunan sektor pariwisata Bali akibat merebaknya virus corona di Wuhan Tiongkok. Bagaimana  BPR menghadapi tantangan tersebut?

WABAH virus corona di Kota Wuhan Tiongkok diyakinkan akan berimbas pada penurunan di sektor pariwisata Bali. Sektor perbankan khususnya industri bank perkreditan rakyat (BPR) optimis tetap tumbuh walaupun pariwisata Bali sedikit menurun akibat imbas wabah virus corona di Tiongkok.
Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Made Suarja mengatakan akibat wabah virus corona penerbangan Indonesia ke Tiongkok dan sebaliknya dari Tiongkok ke Indonesia ditutup.  Ini praktis kunjungan wisatawan Tiongkok mengalami penurunan secara drastis.

Suarja menjelaskan, sektor perbankan di Bali antara lain banyak ditopang oleh sektor pariwisata. Ketika pariwisata menurun, praktis sektor perbankan akan sedikit terimbas menurun.
Pelaku pariwisata tentu diharapkan berpikir optimis. Ketika pasar Tiongkok menurun, sektor pariwisata tentu bisa menggarap lain di luar Tiongkok.

Direktur Utama BPR Udary ini meyakinkan sektor pariwisata Bali optimis masih bergeliat dengan penggarapan pasar di luar Tiongkok. Kedatangan wisatawan dari pasar lain, seperti Eropa, Australia akan menggeliatkan pariwisata Bali sehingga tetap tumbuh dan berkembang.

Menurutnya, tantangan 2020 mulai krisis ekonomi, dan penurunan sektor pariwisata Bali akibat virus corona di Wuhan Tiongkok. Untuk itu BPR akan makin selektif menyalurkan kredit.
BPR menyalurkan kredit hanya kepada pelaku pariwisata yang benar-benar membutuhkan kredit untuk modal kerja. BPR mesti  menyentuh semua sektor usaha termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Selama ini, BPR fokus menggarap sektor UMKM.

Dikatakannya, pengurus BPR dalam mengelola perusahaan berharap bisa terus tumbuh. “Ini mendorong BPR mencari strategi untuk tumbuh,” ucapnya.
Ia meyakinkan BPR mesti mampu memitigasi risiko. Dengan begitu, BPR akan menekan peningkatan kredit bermasalah (NPL) 2020 yang kini masih di atas rata-rata 8  persen sesuai data OJK.
Made Suarja menambahkan, selain memitigasi risiko BPR mesti menerapkan tata kelola keuangan yang baik. Ini akan menjadikan BPR bisa tumbuh bersama UMKM di Bali.
Dirut BPR Danaku, Nengah Sutha Semadi mengatakan, mewabahnya virus corona di berbagai negara, benar-benar memberi dampak pada pariwisata dan ekonomi Bali. Selain kunjungan wisatawan Tiongkok yang anjlok, perbankan khususnya BPR di Bali juga tengah bertahan dari kelanjutan melemahnya ekonomi global ditambah mewabahnya virus corona. Upaya yang dilakukan BPR adalah menggarap semua segmen market.
Nengah Sutha Semadi melihat penurunan kunjungan wisman Tiongkok ke Bali jelas berdampak pada pertumbuhan kredit BPR. Ini dikarenakan sebagian besar kredit disalurkan ke bidang usaha turunan pariwisata.
Akibatnya, pertumbuhan kredit BPR stagnan. Pertumbuhan kreditnya tidak bisa terlalu tinggi. Namun diakui, BPR tetap bisa tumbuh. Jika dibandingkan 3-4 tahun yang lalu, kondisi BPR saat ini dikatakan agak terseok-seok.

“Kita pasti berdampak, apalagi virus ini menyebar ke seluruh dunia. Syukur-syukur di Indonesia tidak ada kasus corona, mudah-mudahan tidak ada. Jika sampai ada kasusnya di Bali, itu tentu akan memberikan dampak  bagi kita di BPR yang sebagian besar hidup kita di pariwisata,” ucap Nengah Sutha Semadi. *kup

BAGIKAN