Ikuti PKH, Generasi Milenial Berpeluang Buka  ’’Coffee Shop’’

Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar menggelar program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) dalam bentuk pelatihan Barista Gianyar Aman.

PKH - Program PKH memberikan kesempatan kepada generasi milenial berkarier di sektor pariwisata atau membuka coffee shop.

Gianyar (bisnisbali.com) –Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gianyar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar menggelar program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) dalam bentuk pelatihan Barista Gianyar Aman. Pelatihan barista melalui program PKH ini memberikan kesempatan kepada generasi milenial berkarier di sektor pariwisata atau membuka coffee shop.

Kadis Pendidikan Gianyar I Wayan Sadra mengungkapkan, pelatihan PKH ini didukung instruktur yang telah memiliki kompetensi di bidangnya. Bahkan, instruktur ini sudah ada yang sebagai asesor. “Instruktur sangat membantu melatih generasi milenial ini,” ucapnya, Minggu (28/3) kemarin.

Disampaikannya, melalui pelatihan barista ini, para peserta bisa bekerja di cafe, hotel, bar dan usaha pariwisata lainnya. “Setelah melalui  uji kompetensi ini, mereka dapat membuka usaha cafe atau coffee shop,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan Gianyar Dewa Ngakan Manuaba. Menurutnya,  Dinas Pendidikan mempunyai program PKH terkait pendidikan nonformal. Pelatihan barista ini lagi booming di kalangan milenial. Pelatihan ini untuk mencetak entrepreneur muda khususnya dalam keahlian meracik kopi.  Peserta PKH juga bisa mengikuti sertifikasi nasional dari lembaga uji kompetensi.

Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar  Ny. Surya Adnyani Mahayastra saat meninjau Pelatihan Barista Gianyar Aman di Kori Maharani Villa and Resort, menyampaikan pelatihan barista ini dilaksanakan selama 20 hari. Para peserta dari kalangan sekolah pariwisata, SMK, kampus-kampus pariwisata, hotel dan kalangan profesional yang ada di Kabupaten Gianyar.

Dikatakannya, TP PKK dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar juga menyiapkan uji kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pusat bagi peserta pelatihan sebagai bukti mereka menjadi barista yang berkompeten. “Kami memberikan kesempatan bagi 17 peserta ini untuk mengikuti uji kompetensi secara gratis,” jelas Surya Adnyani Mahayastra.

Menurut istruktur pelatihan barista, I Nyoman Arta Sudarma, skema penilaian pelatihan barista meliputi penilaian espresso dan latte. Pada espresso yang dinilai volume air 30 mililiter dengan waktu durasi 20 sampai 30 detik. Latte dinilai dari ketebalan formnya yaitu 0,5 sampai 1 centimeter serta untuk cappuccino ketebalan formnya 1,5 sampai 2 centimeter.  Sementara untuk manual brook yang dinilai adalah presentasi peserta mengenalkan produk yang dibuat, seperti karakter kopi.

Salah seorang peserta pelatihan, Putu Diah Pradnya Maharani yang merupakan Putri Remaja Intelegensia Indonesia 2019, mengatakan setelah mengikuti pelatihan barista, dirinya bisa membuat kopi seperti latte, cappuccino, espresso dan manual brook. Usai mengikuti UJK (Ujian Kompetensi) berstandar nasional dan mendapatkan sertifikat, ia berencana menyebarkan organisasi ini seperti sosialisasi ke SMA, SMK atau mengadakan kegiatan di acara-acara penting di Kabupaten Gianyar dan tempat-tempat lainnya. *kup

BAGIKAN