IKM Diharapkan Pintar Membuka Celah Pasar

Kegiatan ekspor produk industri dari Bali banyak terhenti saat terjadi wabah Covid-19.

Ekspor-Manajemen Kaori Group menjelaskan proses ekspor dupa ke Amerika pascapandemi Covid-19.

Gianyar (bisnisbali.com) –Kegiatan ekspor produk industri dari Bali banyak terhenti saat terjadi wabah Covid-19. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, Luh Gede Eka Suary, baru-baru ini mengatakan walau masyarakat sedang dilanda Covid-19, diharapkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) pintar membuka celah pasar ke berbagai negara di dunia.

Dijelaskannya, salah satu contoh ekspor dupa ke Amerika masih terbuka lebar. Walaupun dihadapkan masalah pandemi corona, Amerika masih menyerap produksi dupa di Bali khususnya produksi dupa dari Gianyar.
Ia menjelaskan, Dekranasda Kabupaten Gianyar tentunya sangat mengapresiasi IKM yang berhasil membuka celah  pasar ekspor pascapandemi corona. Salah satu contoh Kaori Group.  Di tengah kelesuan ekonomi saat ini, ia mampu membuka celah pasar ekspor ke Amerika.

Eka Suary yang juga sebagai Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Gianyar menyampaikan, Kaori Group  merupakan salah satu pengusaha binaan Dekranasda Kabupaten Gianyar. Dengan membuat diversifikasi produk, Kaori Group mampu bertahan, bahkan melakukan ekspor.

Dengan membuka pasar ekspor dupa ke Amerika, Kaori Group masih tetap berproduksi. “Dengan begitu, IKM tidak ada melakukan PHK terhadap karyawan saat pandemi Covid-19,” ucapnya.
Pemilik Kaori Group, Kadek Winnie Kaori menyampaikan  Pemkab Gianyar sangat membantu Kaori Group dalam hal kepengurusan izin ekspor. Menurutnya, saat ekspor perdana ini, dirinya mengawali dengan 15 ribu dupa aroma terapi yang dikemas dalam bentuk tabung. Dengan terobosan ini, dirinya tetap mampu mempertahankan karyawannya yang berjumlah sekitar 178 orang. “Bahkan dari sekian jumlah karyawan tersebut ada beberapa merupakan penyandang disabilitas,” tambah Winnie Kaori. *kup

BAGIKAN