Iklim Investasi Perlu Terus Dibangun

Iklim investasi harus terus dibangun, meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) –Iklim investasi harus terus dibangun, meskipun di tengah pandemi Covid-19. Investasi yang tumbuh akan membawa pertumbuhan bagi ekonomi. Hal inilah yang membuat undang-undang omnibus law sangat diperlukan. “Sudah jelas UU Cipta Kerja itu sangat baik untuk iklim investasi,” kata praktisi ekonomi, Nyoman Sender.

Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Denpasar ini menerangkan, dengan penyederhanaan perizinan yang terkesan birokratis selama ini, tentu UU Cipta Kerja sangat diperlukan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif baik untuk penanaman modal domestik maupun luar negeri. Dengan UU Cipta Kerja baru ini kepastian hukum lebih baik, birokrasi yang berbelit dipangkas, pelayanan akan lebih cepat dengan biaya yang lebih efisien jika dalam implementasinya sesuai harapan.

“Jelas sekali marwah dari omnibus law ini adalah untuk menciptakan atau memperluas lapangan kerja di Indonesia, yang selama ini kalah saing dari Vietnam, Kamboja dan negara-negara ASEAN lainnya,” ujarnya.

Sender menyampaikan, Indonesia seharusnya berbangga karena jauh lebih unggul dari sumber data alam dan sumber daya manusia. “Hanya saja karena kalah dari segi regulasi, kenyamanan berusaha dan kepastian hukum dalam berinvestasi kita kalah dari negara-negara tersebut,” ucapnya.

Ia pun menyimpulkan, UU Cipta Kerja ini sangat diperlukan apalagi dampak pandemi Covid-19 nanti segera berakhir. Sementara terkait demo-demo yang menolak UU tersebut sangat tidak beralasan dan disayangkan sekali terjadi. “Adanya demo penolakan dikhawatirkan dapat mengurungkan niat investor untuk segera menanamkan modalnya di Indonesia,” paparnya. Ia pun menambahkan intinya secara ekonomi UU Cipta Kerja ini sangat diperlukan ke depannya. *dik

BAGIKAN