IHK Dua Kota Pengaruhi Deflasi Bali

Berdasarkan hasil pemantauan perkembangan harga barang dan jasa sepanjang Mei 2021, di Kota Denpasar tercatat deflasi 0,59 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,78 pada April menjadi 105,16 pada Mei.

Denpasar (bisnisbali.com) –Berdasarkan hasil pemantauan perkembangan harga barang dan jasa sepanjang Mei 2021, di Kota Denpasar tercatat deflasi 0,59 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,78 pada April menjadi 105,16 pada Mei. Begitu pula Kota Singaraja tercatat mengalami penurunan IHK dari 108,15 pada April menjadi 107,61 pada Mei.

Kepala BPS Bali Hanif Yahya di Denpasar, Rabu (2/6) kemarin, secara virtual mengatakan Denpasar dan Singaraja mengalami deflasi. Deflasi month to month (mtm) yang tercatat di Kota Denpasar pada Mei 2021 ditunjukkan oleh penurunan indeks pada tujuh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sedalam 4,19 persen.

Selanjutnya kelompok pakaian dan alas kaki sedalam 1,30 persen. Kemudian kelompok makanan, minuman dan tembakau sedalam 1,04 persen. Kelompok rekreasi, olah raga dan budaya sedalam 0,78 persen. Kelompok transportasi sedalam 0,12 persen dan perumahan, air, listrik serta bahan bakar rumah tangga sedalam  0,11 persen. Disusul kesehatan sedalam 0,01 persen.

Sementara tiga kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi yaitu informasi, komunikasi dan jasa keuangan setinggi 0,56  persen. Perawatan pribadi dan jasa lainnya setinggi 0,46 persen serta penyediaan makanan dan minuman/restoran) setinggi 0,07 persen. “Satu kelompok pengeluaran lainnya tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan yaitu kelompok pendidikan,” katanya.

Sementara di Singaraja, deflasi (mtm) pada Mei 2021 ditunjukkan oleh penurunan indeks pada dua kelompok pengeluaran yaitu makanan, minuman dan tembakau sedalam 1,70 persen serta informasi, komunikasi dan jasa  keuangan sedalam 1,01 persen. Sementara lima kelompok pengeluaran lainnya tercatat mengalami inflasi, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya setinggi 0,95 persen. Selanjutnya kelompok kesehatan setinggi 0,40 persen, kelompok pakaian dan alas kaki setinggi 0,38 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga setinggi 0,38 persen serta transportasi setinggi 0,26 persen.

Hanif Yahya menambahkan, empat kelompok pengeluaran lainnya tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga, kelompok rekreasi, olah raga dan budaya, kelompok pendidikan serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran).

Jika diurai menurut penyumbangnya, deflasi Kota Singaraja pada Mei 2021 yang sedalam 0,50 persen tercatat disumbang masing-masing oleh kelompok  makanan, minuman dan tembakau sbesar -0,5939 persen serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan -0,0518 persen. *dik

BAGIKAN