IDP Cargo Gaet  ’’Customer” dengan Digitalisasi

Pelaku usaha harus mengambil langkah cepat untuk beradaptasi agar bisa bertahan selama pandemi.

Denpasar (bisnisbali.com) – Pelaku usaha harus mengambil langkah cepat untuk beradaptasi agar bisa bertahan selama pandemi. Covid-19. Seperti diungkapkan Founder PT Ida Dwi Putra (IDP Cargo) Agus Oka Putra Widnyana, pihaknya sudah menerapkan sistem full digital untuk menggaet customer.

Menurutnya, digitalisasi telah diterapkan secara bertahap, sebelum pandemi. Di awal penerapannya, sekitar 20 persen new customer didapatkan dari promosi atau pemasaran secara digital. Kemudian, di tahun kedua meningkat menjadi 40 persen. Peningkatan terus terjadi dari tahun ke tahun.

“Di tahun ketiga terus ada peningkatan sampai mencapai 60 persen. Bahkan di tahun kemarin itu full 80 persen karena mereka tidak bisa ke Bali dalam situasi pandemi, otomatis mereka melihat IDP Cargo dari website saja,” ujarnya.

Pengiriman di IDP Cargo yang mendominasi adalah ekspor. Tapi dua tahun belakangan ini, impor juga mulai naik karena wisatawan mancanegara yang masih tinggal di Bali memerlukan barang-barang dari luar negeri. Domestik pun mulai naik dengan sistem online.

Lebih lanjut dia menuturkan, awal terjun ke bisnis pengiriman barang pada tahun 2017. Agus Oka Putra melanjutkan usaha keluarga yang sudah berdiri sejak tahun 1999. Selama pandemi Covid-19, IDP Cargo secara umum tidak mengalami penurunan signifikan dari sisi pendapatan. Namun diakuinya, di awal pandemi, sekitar Maret 2020, usahanya sedikit mengalami gangguan.

“Mungkin pada saat itu sudah terjadi lockdown di beberapa negara, jadi otomatis konektivitasnya tidak lancar. Penurunan yang dirasakan saat awal pandemi sekitar 40 persen. Tapi setelah Juni tahun 2020 sampai sekarang sudah mulai ada kenormalan,” jelasnya.

Pihaknya pun menyampaikan harapan kepada pamerintah agar mengeluarkan regulasi yang tidak sampai menghambat pergerakan barang. “Jadi harapan kita semua sebagai eksportir, bukan hanya kargo tetapi pemilik barang, bagaimana pemerintah itu mendukung dengan regulasinya mempermudah kita untuk melakukan proses ekspor atau impor,” katanya. *suk

BAGIKAN