Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Kerja dari Bali

BALI sebagai tujuan wisata menjadi daerah yang sangat terdampak pandemi Covid-19 dibandingkan daerah lain yang berbasis industri nonpariwisata.

BALI sebagai tujuan wisata menjadi daerah yang sangat terdampak pandemi Covid-19 dibandingkan daerah lain yang berbasis industri nonpariwisata. Makanya program bekerja dari (work from) Bali dikemas sebagai upaya bersama untuk menyelamatkan ribuan pekerja pariwisata di Pulau Dewata.

Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, mengatakan sudah setahun lebih masyarakat Bali berlatih dan berusaha untuk ‘’bersahabat’’ dengan pandemi Covid-19. Dalam berkegiatan, baik aktivitas perekonimian, sosial maupun keagamaan, menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat sesuai arahan pemerintah.

Pelatihan dan simulasi penerapan kegiatan yang berpegang pada CHSE (Cleanliness/Kebersihan, Health/Kesehatan, Safety/Keamanan, Environment Sustainability/Kelestarian Lingkungan) sudah berulang kali dilakukan. Dengan kata lain, masyarakat Bali sudah siap beraktivitas sambil ‘’bersahabat” dengan pandemi Covid-19. Selain itu, program vaksinasi Covid-19 di Bali dilakukan secara massif. Vaksinasi dilaksanakan kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai upaya membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).

Kesiapan masyarakat Bali itu sudah ditunjukkan dengan mulai digelarnya sejumlah aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) dengan jumlah peserta terbatas dan terus ditambah kapasitas pesertanya.

 Menurut Agung Partha, pada akhirnya upaya masyarakat Bali harus mendapat dukungan pemerintah. Tidak lagi menekankan pada pemberian subsidi langsung, tapi harus mendorong produktivitas dalam berusaha, sehingga perekonomian akan bergerak tumbuh  dan bisa pulih meski virus corona sulit berakhir.

 Salah satu dukungan yang mendorong pergerakan perokoniman adalah program bekerja dari Bali oleh kementerian, lembaga negara, lembaga negara nonkementerian dan BUMN. ‘’Dalam catatan kami ada 13 lembaga negara, 30 kementerian, 28 lembaga negara nonkementerian dan 114 BUMN di Indonesia. Jika mereka menggelar kegiatan di Bali  bakal sangat membantu mendorong pergerakan perekonomian. Venue, profesional, conference organizer, event organizer, travel dan UMKM akan tergerak,” ucapnya.

Ribuan pekerja di Bali akan terselamatkan karena program bekerja dari Bali digelar di seluruh kabupaten dan kota. Bukan hanya terpusat di Badung dan Denpasar. “Untuk itu, kami mendorong pemerintah pusat segera merealisasikan program work from Bali, mengingat pergerakan perekonomian di Bali hingga saat ini belum massif,” tambahnya. *kup

BAGIKAN