I Wayan Supandi, Bantu Bibit

KREATIF memanfaatkan lahan yang sempit, di tengah pandemi Covid-19, tak hanya sebatas anjuran.

KREATIF memanfaatkan lahan yang sempit, di tengah pandemi Covid-19, tak hanya sebatas anjuran. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem dan karyawannya, menyisihkan penghasilannya untuk pengadaan benih tanaman, seperti cabai, terung, sayur sawi, bayam, sekalian polybagnya. Benih itu dibuat bibit, dalam media pot kecil.

Tahap pertama, bibit tanaman itu bakal dibagikan untuk 1.000 KK di tiga desa adat, yakni Desa Adat Susuan, Karangasem dan Subagan. ‘’Kalau berhasil upaya mengisi waktu dengan kegiatan kreatif bertanam dalam media pot untuk penyediaan pangan keluarga itu, kita tentu akan lanjutkan di desa lainnya,’’ ujar Kepada Dinas Pertanian Karangasem Ir. I Wayan Supandi di Amlapura.

Supandi mengatakan, pihaknya mengerahkan seluruh petugas penyuluh lapangan (PPL)-nya. Nantinya, tiap PPL juga memiliki tugas untuk mendampingi warga penerima bantuan bibit itu, sehingga diharapkan semuanya berhasil. ‘’Saya kira, untuk sayuran sawi atau bayam, asalkan polybag diisi dengan media tanam berupa tanah dicampur pupuk yang cukup, pasti akan berhasil. Nanti kalau sudah berhasil, mereka yang dapat bantuan saat panen, bisa ngejot kepada tetangganya yang belum dapat bantuan bibit sayuran ini. Kami tak hanya membantu bibit, tetapi sekalian polybagnya, tinggal penerima bibit, mengisi polybag itu dengan media, tanam bibitnya dan pelihara dengan penyiraman rutin tiap hari,’’ papar Supandi, asal Celuk Negara, Desa Tampuagan ini.

Pria yang hobi bertani itu dengan media pot di pekarangan rumahnya itu mengatakan, kalau sudah hobi, pasti  bertani memanfaatkan lahan yang sempit itu juga mengasyikkan. Pagi hari sembari berjemur matahari pagi, dan sore hari sembari berolah raga memanaskan badan sampai berkeringat,  menyiram pot sayuran, akan bisa memenuhi kebutuhan sayuran untuk beberapa hari. ‘’Mari membuat demontrasi plot, tanaman pertanian atau tanaman pangan, mengisi waktu sembari menghindari jangan sampai ada penularan covid itu. Anak-anak di rumah juga bisa dilibatkan, sembari belajar, bagaimana  bertani, memanfaatkan lahan yang sempit dan bisa untuk memenuhi kebutuhan minimal sayuran, dan menghasilkan cabai yang terkadang harganya naik tinggi. Kami membantu, dalam rangka juga memotivasi atau ejukasi. Gerakan ini berhasil, ditentukan masyarakat sendiri, bagaimana bisa melanjutkan secara swadaya,’’ paparnya. *bud

BAGIKAN