I Wayan Jarta, Konsumsi Cabai Olahan

HARGA cabai rawit sering dipengaruhi oleh musim hujan. Seperti saat ini, harga cabai melambung dan berlangsung cukup lama.

HARGA cabai rawit sering dipengaruhi oleh musim hujan. Seperti saat ini, harga cabai melambung dan berlangsung cukup lama. Kondisi ini terjadi hampir setiap tahun. Untuk itu, perlu adanya upaya khusus agar fenomena ini tidak menjadi kebiasaan atau rutin terjadi. Salah satunya mulai menyukai konsumsi cabai olahan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Wayan Jarta mengatakan, tingginya harga cabai rawit saat ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini membuat sulit mencari upaya untuk mengendalikan harga. “Kalau harga di daerah lain lebih rendah, kan bisa kita datangkan (cabai rawit-red) dari sana. Nah, sekarang harga tinggi terjadi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, selain memulai menanam cabai di pekarangan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, budaya mengkonsumsi cabai olahan juga perlu. Hal ini bisa membantu stabilitas harga. Pada musim kemarau saat harga cabai biasanya anjlok, sebagian bisa diolah baik dikeringkan maupun dijadikan bubuk cabai. Dengan demikian pada musim hujan cabai olahan bisa dikonsumsi.

Menurutnya, rasa antara cabai segar dan cabai olahan memiliki tingkat kepedasan yang sama. “Hanya, sampai saat ini masyarakat kita masih fanatik dengan cabai segar. Cabai olahan belum diminati,” ungkap Wayan Jarta.

Untuk itu, lanjutnya,  perlu dibudayakan mengkonsumsi cabai olahan. Jika budaya tersebut bisa berjalan, pengembangan cabai olahan bisa dilakukan dan stabilitas harga cabai rawit pun terjaga. *wid 

BAGIKAN