I Nyoman Murjana, Strategi Bertahan

PANDEMI Covid-19 merupakan cobaan sangat berat yang menimpa sektor pariwisata Indonesia pada umumnya dan Bali khususnya.

PANDEMI Covid-19 merupakan cobaan sangat berat yang menimpa sektor pariwisata Indonesia pada umumnya dan Bali khususnya. Untuk tetap eksis dalam kehidupan pariwisata, pelaku pariwisata termasuk pengelola daya tarik wisata (DTW) mesti menerapkan strategi bertahan.

GM Taman Nusa, I Nyoman Murjana, mengatakan Gubernur Bali berencana membuka Pulau Dewata untuk wisatawan internasional pada pertengahan September lalu. Namun, kebijakan tersebut diundur sampai waktu yang belum ditentukan berdasarkan pertimbangan masih banyaknya paparan Covid-19 di Bali.

Penundaan itu dan pembatasan-pembatasan kegiatan mempengaruhi jumlah pengunjung ke objek dan daya tarik wisata.  Hampir semua pelaku wisata di Bali hanya mengandalkan kunjungan masyarakat lokal dan wisatawan domestik saat ini. ‘’Jumlah pengunjung  sangat kecil dibandingkan sebelum pandemi Covid 19,” ucapnya.

Pelaku pariwisata mesti menerapkan strategi bagaimana bisa bertahan di masa sulit ini untuk dapat melalui pandemi Covid-19. Murjana mencontohkan DTW Taman Nusa yang membentuk tim kecil dengan program berbenah saat pandemi Covid-19. Ini mencakup tim kebersihan, tim perawatan dan perbaikan, tim wahana, tim proyek dan tim publikasi.

Diakuinya, biaya sales dan marketing tentunya dengan anggaran yang minim. Sebab, menerapkan strategi bertahan dalam masa pandemi Covid-19 tentu bukan hal yang mudah. Meski begitu,  pelaku pariwisata harus tetap optimis hari esok akan lebih baik. “Segenap SDM mesti komit bertahan, tangguh dan bangkit bersama dengan program jangka pendek dan jangka panjang,” tegasnya. *kup

BAGIKAN