I Made Yasa, Kuliner dan Obat Herbal

DI tengah pandemi Covid-19 banyak bermunculan pelaku usaha baru atau UMKM di Kabupaten Tabanan.

DI tengah pandemi Covid-19 banyak bermunculan pelaku usaha baru atau UMKM di Kabupaten Tabanan. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan I Made Yasa, UMKM baru ini sebagian besar bergerak di bidang usaha kuliner dan penjualan obat herbal karena memiliki celah lebih besar dalam penjualan saat lesunya daya beli konsumen sekarang ini.

“Pelaku UMKM di Tabanan yang mencapai 43.175 berpotensi mengalami lonjakan saat ini. Pelaku UMKM baru sebagian besar disumbang oleh pekerja hotel yang terkena PHK atau dirumahkan. Dengan modal sendiri mereka beralih profesi membuka usaha,” tuturnya.

Kuliner dan penjualan obat-obatan herbal (jamu, obat gosok penghangat badan) mendominasi karena usaha tersebut memiliki pangsa pasar yang pasti seiring kebutuhan konsumen untuk konsumsi maupun terkait menjaga imun tubuh di tengah pandemi. Selain itu, harga jualnya terjangkau di tengah lesunya daya beli konsumen saat ini. “Banyak bermunculan bisnis dadakan, namun kelesuan daya beli konsumen pastinya memengaruhi serapan pasar,” ujar Made Yasa.

Untuk membantu pertumbuhan UMKM di Tabanan yang sekaligus sebagai penggerak ekonomi lokal, pihaknya terus mendorong para pelaku usaha ini dengan membantu pemasaran produk melalui digitalisasi. Selain itu dilakukan pelatihan dan membantu permodalan dengan mengakses program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) karena terdampak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

“Tahun lalu program BPUM ini sudah disalurkan ke kalangan pelaku usaha kecil. Tahun ini program tersebut rencananya kembali berlanjut, tapi saat ini kami belum mendapat kepastiannya dari pemerintah pusat,” kilah mantan Kadis Pariwisata Tabanan ini. *man

BAGIKAN