I Made Agus Kertiana, Penurunan Kunjungan

KARANGASEM memiliki jalur wisata rafting satu-satunya, yakni di jalur sungai Telaga Waja, Karangasem.  Jalur itu melintasi tiga wilayah Kecamatan yakni, Rendang, Selat dan Sidemen.

KARANGASEM memiliki jalur wisata rafting satu-satunya, yakni di jalur sungai Telaga Waja, Karangasem.  Jalur itu melintasi tiga wilayah Kecamatan yakni, Rendang, Selat dan Sidemen. Dulu wisata olah raga air itu, cukup ramai. Namun, belakangan setelah adanya wabah virus corona di negara lain, kunjungan wisata itu menjadi sepi.

“Jalur rafting Telaga Waja, kini sepi. Penurunan wisatawan mencapai 70 persen,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Karangasem, I Made Agus Kertiana, S.H.

Kertiana, dulu menjadi pemilik dan pengelola rafting, sebuah perusahaan wisata tirta yang beroperasi di sungai dengan air yang terkenal bening itu. Setelah lolos dan dilantik menjadi anggota DPRD Karangasem, dia menyerahkan pengelolaan usahanya itu kepada rekannya  yang sejak awal diajak bekerja sama sebagai pemilik usaha itu.

“Saya ingin fokus, setelah dipercaya masyarakat, apalagi dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Karangasem. Pengelolaan usaha saya serahkan kepada rekan saya,” paparnya, saat ditemui di DPRD Karangasem, kemarin usai rapat kerja.

Agus Kertiana asal Desa Rendang itu mengatakan, dia prihatin, karena  jalur rafting sungai  Telaga Waja, satu-satunya jalur rafting itu, belakangan ini sepi. Tentunya, itu, karena pengaruh wabah virus corona di negara lain, yang terparah di Wuhan, Tiongkok. Selama ini, katanya, memang wisatawan Asia yang dominan datang ke Telaga Waja untuk rafting, paling banyak dari Tiongkok, Jepang, Korsel dan negara Asia lainnya.

“Ada tujuh operator rafting yang sampai kini masih bertahan di jalur itu. Dulu ada sampai 15 buah, sebelum bencana gejolak Gunung Agung disusul banjir lahar dingin, perlahan jumlah operator menyusut, karena tamu sepi, sementara  yang modalnya kecil, tak kuat bersaing,’’ paparnya.

Meski dari tujuh operator, situasinya sepi, tetapi mereka tetap berusaha bertahan. Tidak ada rencana menutup usaha, demikian juga tidak ada merumahkan karyawan. Cuma, sebulan mereka bekerja selama 15 hari, atau dibagi dua ship kerja. ‘’Saya sarankan jangan sampai merumahkan pekerja, kasihan mereka. Atur hari kerja, agar sama-sama tetap jalan. Saya kira, dalam dua bulan ke depan, bisa pulih kembali. Mari kita berdoa agar wabah itu, tidak terus meluas, dan cepat reda dan pariwisata ktia pulih kembali,’’ tandasnya. *bud

BAGIKAN