I Ketut Arsana Yasa, Potensi Tangkap Berlimpah

CUACA buruk yang  ditandai hujan dan gelombang tinggi sebagai dampak fenomena La Nina di Bali menjadi ancaman bagi nelayan.

CUACA buruk yang  ditandai hujan dan gelombang tinggi sebagai dampak fenomena La Nina di Bali menjadi ancaman bagi nelayan. Namun, di balik  itu hasil tangkapan mereka melimpah. Itu terjadi karena dibarengi makin suburnya potensi di perairan laut.

“Dampak La Nina, di mana-mana perairan di laut menjadi subur. Nelayan banyak menangkap ikan-ikan predator atau ikan komersial yang harganya cukup mahal di pasaran,” tutur Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan I Ketut Arsana Yasa.

Bali termasuk Kabupaten Tabanan menjadi daerah yang terkena dampak La Nina. Fenomena alam tersebut membuat terjadinya pemanasan di permukaan air laut sehingga menimbulkan awan yang cukup tebal dan itu memungkinkan terjadinya hujan dalam waktu cukup lama. Hujan akan menghambat aktivitas melaut karena kemungkinan dibarengi angin kencang dan gelombang tinggi.

Sebaliknya, jika kondisi cuaca bagus, aktivitas melaut akan menjadi sangat menjanjikan karena peluang mendapatkan hasil tangkapan ikan  cukup besar. Terlebih lagi harga jual ikan komersial ini cukup mahal, sehingga memberi keuntungan tersendiri bagi nelayan.

“Sebenarnya La Nina paling merugikan tanaman buah, karena hujan membuat gugurnya bunga sebagai cikal bakal buah. Sementara pada sektor perikanan tangkap, di luar cuaca buruk, fenomena alam ini justru berpotensi menguntungkan,”  papar anggota DPRD Tabanan ini. *man

BAGIKAN