I Gusti Putu Ekayana, Daging Babi Makin Mahal

HARGA cabai merah kecil yang terus melonjak. Naiknya harga bahan pangan ini juga dipengaruhi oleh komoditas daging babi yang kian mahal dan kini menyentuh Rp 85.000 per kilogram.

HARGA cabai merah kecil yang terus melonjak. Naiknya harga bahan pangan ini juga dipengaruhi oleh komoditas daging babi yang kian mahal dan kini menyentuh Rp 85.000 per kilogram. Bedanya, tingginya harga daging babi di Kabupaten Tabanan dipicu oleh menurunnya produksi. Bahkan, ada potensi kelangkaan produksi saat ini.

“Berdasarkan pemantauan terhadap harga pada awal tahun sekaligus mengantisipasi kebutuhan permintaan pasar menjelang hari raya Pagerwesi, kami menemukan stok bahan pangan di sejumlah pasar tradisional yang menonjol lonjakannya, yakni cabai merah kecil dan daging babi,” tutur Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ekayana.

Pemantauan harga dilakukan di Pasar Dauh Pala, Pasar Tabanan dan Pasar Kediri. Harga cabai merah kecil yang sudah mencapai Rp 90.000 per kilogram dipicu oleh musim hujan yang membuat produksi di tingkat petani menurun dan terjadi setiap tahun. Di sisi lain, lonjakan harga daging babi disumbang oleh kelangkaan produksi di tingkat peternak di Tabanan pascakasus virus African Swine Fever (ASF). “Saat ini stok daging babi di Tabanan lebih sedikit dibandingkan daerah lain. Itu sebabnya harga babi di Tabanan lebih mahal daripada di daerah lainnya di Bali,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, TPID Tabanan berencana menggelar pasar murah. Kegiatan ini akan diadakan usai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan melihat perkembangan harga bahan pangan saat itu. *man

BAGIKAN