I Gede Krisna Adi Widana, Sehari Tutup Usaha

SEMUA jenis usaha, seperti pasar, usaha toko, warung dan usaha dagang lainnya, mesti dihentikan sehari, Rabu (22/4) hari ini bertepatan dengan tilem sasih kasanga di wilayah Desa Adat Bungaya, Karangasem.

SEMUA jenis usaha, seperti pasar, usaha toko, warung dan usaha dagang lainnya, mesti dihentikan sehari, Rabu (22/4) hari ini bertepatan dengan tilem sasih kasanga di wilayah Desa Adat Bungaya, Karangasem. Kegiatan itu dalam rangka ngeneng, serupa nyepi desa, dalam rangka upacara paneduh jagat (gumi) di wilayah desa setempat.

Selain, pada saat ngeneng desa, pada hari biasa, terkait imbauan pemerintah dalam dalam memutus dan menghentikan penyebaran corona virus deases (Covid-19), semua warga diimbau lebih baik tinggal di rumah. Kecuali, ada keperluan sangat penting atau mendesak. Menurut Ketua Sabha Desa Adat Bungaya, I Gede Krisna Adi Widana, di Karangasem,  imbauan tinggal di rumah cukup berat, terutama dalam rangka mencari nafkah, menjalankan usaha perekonomian.

‘’Namun semoga penyebaran virus ini berhenti, dan itu atas usaha kita semua. Kalau sudah aman, virus berbahaya itu sudah tak ada lagi, tentu kita bisa kembali beraktivitas, terutama kegiatan usaha kembali normal,’’ papar Gede Krisna.

Dia  menambahkan, Desa Adat Bungaya memiliki 17 banjar adat. Seluruh krama-nya diimbau saat digelar  upacara peneduh gumi ini, bagi warga yang memiliki toko, warung, minimarket, untuk sementara tidak diperbolehkan beraktivitas  atau membuka usaha,  termasuk pasar  yang ada di wilayah Desa Adat Bungaya juga ditutup, hanya sehari pada 22 April 2020. ‘’Warga tidak boleh ada ke luar rumah, terkecuali bersifat darurat,’’ ujar Krisna.

Dikatakan Krisna, ngeneng atau diam di rumah juga sejalan dengan imbauan pemerintah guna memutus penularan corona. Saat  ngeneng atau seperti Nyepi dan warga Desa Adat Bungaya diminta tinggal di rumah masing-masing, hanya sehari. Menurut Krisna, wilayah Desa Adat Bungaya cukup luas. Warganya umumnya bertani, karena di wilayah itu sebagian berupa areal persawahan yang subur. Hasil sawah selain padi, juga hortikultura dan terkenal petani setempat bertanam sayur-mayur, bunga pacar dan kenikir, terung, cabai. Warga juga banyak yang menjadi peternak babi terutama oleh ibu rumah tangga, serta beternak ayam kampung, bebek,  serta pedagang baik di Pasar Bungaya, maupun di sejumlah pasar tradisional di Kota Amlapura.  *bud

BAGIKAN