I Gede Dana Carikan Jalan Keluar

MASYARAKAT Karangasem banyak yang pulang kampung. Mereka tidak bisa berdiam lama di rantauan karena banyak kehilangan pekerjaan akibat wabah Covid-19.

MASYARAKAT Karangasem banyak yang pulang kampung. Mereka tidak bisa berdiam lama di rantauan karena banyak kehilangan pekerjaan akibat wabah Covid-19. Sebagian masyarakat Karangasem ada yang kembali sebagai petani, berkebun, dan juga kembali beternak sapi dan babi.

Di sisi lain, masyarakat non-perantau juga sama, terkena dampak ekonomi. Tak hayal, daya beli masyarakat juga menurun. Kondisi inilah yang mesti menjadi perhatian pemerintah dan dicarikan jalan keluar. Hal tersebut dijelaskan I Gede Dana. Masyarakat di pegunungan juga bisa dibantu secara bergotong-royong, agar mereka bisa membeli pangan, terutama beras. ‘’Kalau pangan dari ketela pohon, talas, ketela rambat dan sayur-sayuran, di desa masih ada. Namun, masyarakat kita banyak yang sudah terbiasa mengkonsumsi beras, sehingga ketela pohon atau talas, kerap hanya sebagai pangan tambahan atau camilan,” ucap I Gede Dana.

Pria yang juga menjabat Ketua DPRD Karangasem itu mengatakan, sering menemui warga di pelosok, seperti di kaki timur Gunung Agung di Banjar Kedampal dan juga di Desa Ban, Kubu. Pada masa pandemi Covid-19 ini, mereka mengeluh karena ikut terdampak. Gede Dana mengatakan, pihaknya hanya bisa membantu sembako, kepada beberapa kelompok tani di pegunungan seperti di Kedampal. Tentu, bantuan itu tidak akan memberikan jalan keluar terus-menerus, apalagi kalau sampai wabah ini berlangsung lama. Eksekutif yang membidangi, diharapkan mencarikan jalan ke luar, bagaimana agar pemasaran hasil pertanian dan peternak tetap lancar.  Dikatakan, sebenarnya hasil pertanian warga di pelosok pedesaan cukup potensial. Hanya saja, yang dikhawatirkan di musim kemarau.

“Saat kemarau panjang, pada saat air hujan yang ditampung di cubang sudah mengering, warga di pegunungan yang tandus itu, rutin mengalami krisis air bersih. Di Kedampal sudah ada dua embung, yakni Embung Datah 1 dan Datah 2, semoga embung itu terpelihara dengan baik, sehingga airnya lebih lama bisa dimanfaatkan warga, terutama untuk minum ternak sapi atau memasak pakan ternak babi,” tandas Gede Dana. *bud

BAGIKAN