I Gde Made Sadguna, Strategi Eksis di Masa Pandemi

DALAM masa pandemi Covid-19, ekonomi berjalan tidak normal.

I Gde Made Sadguna

DALAM masa pandemi Covid-19, ekonomi berjalan tidak normal. Menurut mantan Deputi Kepala Perwakilan BI Bali I Gde Made Sadguna, untuk bisa eksis dalam situasi ekonomi yang tidak normal, maka masyarakat, sektor usaha termasuk perbankan wajib memahami strategi eksis di masa pandemi Covid-19.

Diungkapkannya, agar bisa bertahan dalam masa pandemi Covid-19, masyarakat, BPR termasuk perbankan mesti memahami realita di masa pandemi Covid-19.  Sektor usaha dan perbankan bisa survival dalam masa pandemi mesti memenuhi beberapa persyaratan. Setiap orang dituntut mampu dan jeli melihat dan memilih peluang bisnis (out of the box thinking).

Banyak kegiatan baru yang muncul di masa pandemi Covid-19. Pandemi menciptakan pekerjaan baru seperti pembuatan masker dan perlengkapan protokol kesehatan lainnya. Masyarakat dan pelaku usaha menjual berbagai produk secara online. “Ini mengubah paradigma masyarakat berbelanja secara online,” ucapnya.

Dijelaskannya, pelaku usaha juga dituntut mampu membuat keputusan bisnis yang tepat dan tepat waktu. Dapat memahami bisnis  atau kebutuhan customer. Mampu mengelola bisnis secara pruden dan efisien. Bisa beradaptasi secara fleksibel dengan perubahan lingkungan bisnis. Selanjutnya, sanggup menyelesaikan masalah secara cepat dan efisien. Mampu memelihara hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan mitra bisnis dan bisa memenuhi kebutuhan stakeholder secara berimbang dan proporsional.

Made Sadguna menambahkan, masyarakat, pelaku usaha dan sektor perbankan harus mampu bekerja sama secara sinergis dengan pesaing.  “Yang terpenting dalam masa pandemi, semua pelaku ekonomi termasuk perbankan harus mampu melakukan terobosan yang kreatif dan inovatif atau creative disruption,” sebutnya. *kup

BAGIKAN