I.B. Ketut Wijaya, Amankan Likuiditas

WALAUPUN dalam kondisi Covid-19 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tidak boleh mengurangi tingkat pelayanan dan fungsi intermediasi BPR.

WALAUPUN dalam kondisi Covid-19 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tidak boleh mengurangi tingkat pelayanan dan fungsi intermediasi BPR. Direktur Utama BPR Parasari, I.B. Ketut Wijaya  mengatakan salah satu kuncinya dengan cara BPR menjaga tingkat likuiditas pada posisi aman.

Diungkapkannya, dalam kondisi pandemi Covid-19 semua Bank Perkreditan Rakyat (BPR) harus bisa membuktikan mereka sebagai bank yang sehat. Ini salah BPR harus mampu melakukan penguatan likuiditas dalam pandemi Covid-19.

I.B. Wijaya menjelaskan dalam kondisi Covid-19 BPR dituntut menyiapkan likuiditas untuk memenuhi kewajiban yang sifatnya segera  dengan menjaga keamanan likuiditas BPR bisa melaksanakan fungsi intermediasi secara optimal.

Secara teori cash ratio BPR tidak boleh di bawah 5 persen. Dalam masa pandemi Covid-19, DPK Perbarindo mewajibkan anggota BPR untuk menjaga cash ratio tidak boleh di bawah 10 persen.

Dipaparknanya, cash ratio ini mencakup  cash utama mencakup cash dan giro dan cash penyangga mencakup deposito di bank lain. “Dalam praktik di lapangan bisa saja cash utama kecil sementara cash penyangga besar,” tegasnya.

I.B. Ketut Wijaya mencotohkan cash ratio di BPR Parasari masih di kisaran 11 persen. Cash ratio dijaga dalam posisi aman untuk berjaga-jaga agar fungsi bank tetap berjalan dengan aman dan nyaman. *kup

BAGIKAN