Hujan belum Merata, Target Luas Tanam Padi di Bali 2019 Minus 20.000 Hektar

Kemarau berkepanjangan dan musim hujan yang tidak sesuai dengan prediksi, membuat target tanam padi di Bali belum tercapai.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kemarau berkepanjangan dan musim hujan yang tidak sesuai dengan prediksi, membuat target tanam padi di Bali belum tercapai. Dari target luas tanam padi 145 ribu ha pada 2019 ini,  hingga November baru tercapai 125 ribu Ha.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si. mengatakan, dari prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Denpasar, awal Desember sudah musim hujan maka harusnya kekurangan luas tanam akan dapat tercapai sebelum 2020. “Ramalannya awal Desember, hujan sudah merata di seluruh Bali. Kenyataannya sekarang hujan belum merata di tiap daerah, tetapi kita tetap upayakan supaya kekurangan tanam bisa selesai akhir Desember ini,” terang Wisnuardhana, beberapa waktu lalu di  ruang kerjanya.

Kekurangan luas tanam padi sekitar 20 ribu hektar (ha) tersebut harusnya bisa tercapai dengan percepatan tanam. “Kita sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian di kabupaten/kota, untuk daerah yang hujannya sudah merata agar melakukan percepatan tanam,” ucapnya.

Meski terjadi keterlambatan tanam, Wisnuardhana optimis tidak akan mengganggu pasokan pangan ke depannya. Proses tanam dan panen padi memang selalu bertahap, sehingga menjaga ketersediaan pasokan sepanjang tahun.

“Untuk ketersediaan beras pada Desember ini, menjelang tahun baru dikatakan sangat mencukupi. Ketersediaan tahun ini, tergantung pada musim tanam tahun lalu. Jadi November 2019 kita panen 11 ribu hektar, sehingga sangat mencukupi kebutuhan tahun baru ini,” ungkapnya.

Dikatakan, Pemerintah Provinsi Bali tengah berupaya tingkatkan swasembada beras. Dari luas tanam padi di Bali tahun 2018 tercatat 143.773 ha dengan produksi 862.635 ton gabah kering giling atau setara dengan 564.835 ton beras. Pada 2019 ini luas tanam padi ditargetkan meningkat 2% menjadi 145 ribu ha dengan target produksi 870.000 ton gabah kering giling atau setara dengan 639.400 ton beras.

Peningkatan target, kata Wisnu, sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat Bali, sesuai dengan misi dari visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru. Beras adalah pangan pokok masyarakat yang kebutuhannya terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk.

“Untuk memenuhi kebutuhan beras bagi penduduk Bali yang berjumlah 4,2 juta jiwa dari produksi lokal, Bali harus menyediakan sekurang-kurangnya 420 ribu ton beras setiap tahun,” ucapnya.

Terkait keterbatasan pupuk bersubsidi, dikatakan, tidak menjadi kendala besar karena dapat disubstitusi dengan pupuk yang berbeda, terutama dengan penggunaan pupuk organik. *pur

BAGIKAN