Hindari Klaster Perbankan, Tingkatkan Penyaluran Kredit

Kalangan perbankan di Bali ikut serta mensukseskan program vaksinasi dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi.

VAKSINASI - Dirut Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma, saat mengikuti vaksinasi, Sabtu (21/3) lalu.

Denpasar (bisnisbali.com) – Kalangan perbankan di Bali ikut serta mensukseskan program vaksinasi dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi. Pelaksanaan vaksinasi bagi tenaga kerja di perbankan ini sebagai upaya menghindari klaster perbankan. Sebab, perbankan merupakan lembaga keuangan sangat vital dan strategis mengelola aktivitas ekonomi.

Direktur Utama Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma, di Denpasar, Sabtu (21/3) lalu, mengatakan tujuan vaksinasi kalangan perbankan dalam upaya meningkatkan herd immunity, paling tidak di lingkungan internal bank. Sebagai bank lokal Bali yang terkemuka dalam melayani UMKM serta berkontribusi bagi pertumbuhan perekonomian daerah, penting adanya vaksinasi. “BPD Bali secara bertahap akan melaksanakan vaksinasi setelah di Denpasar dan Buleleng, ke depannya Jembrana melalui pemerintah daerahnya mengingat vaksinasi juga ditujukan ke perbankan,” katanya.

Ia mengakui, tenaga kerja di kalangan perbankan juga rentan terpapar virus corona mengingat mereka juga melayani masyarakat secara langsung di lapangan. Bila tenaga kerja perbankan banyak yang positif Covid-19, secara tidak langsung akan mempengaruhi kinerja secara keseluruhan, termasuk penyaluran kredit bagi nasabah maupun pelaku UMKM penggerak ekonomi. Sebaliknya, bila semua sehat maka bank dapat melayani nasabah dengan bagus.

“Jika terjadi klaster dan bank tutup maka mengurangi pelayana kepada nasabah. Dengan sudah tervaksin maka akan memberikan keyakinan kepada nasabah,” jelasnya.

Sudharma pun mengingatkan, kendati sudah divaksin, bank tetap melayani nasabah dengan mengedepankan protokol kesehatan. Dari 1.327 karyawan BPD Bali, kata dia, yang sudah divaksin di atas 300 orang dan jumlah akan meningkat mengingat secara bertahap vaksinasi digelar sesuai pasokan vaksin.

Vaksin diperoleh dari koordinasi Dinas Kesehatan dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) dan melalui BI dengan menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin. Secara bertahap pihaknya akan terus melakukan kegiatan vaksinasi sehingga suatu saat seluruh pekerja industri keuangan dan perbankan memperoleh vaksinasi Covid-19.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho menyampaikan, pihaknya mendorong agar pemerintah dapat memprioritaskan karyawan perbankan sebagai penerima vaksin Covid-19. Sebab sudah ada klaster perbankan yang terjadi di Buleleng. “Para pegawai perbankan sangat penting mendapatkan vaksin karena menjadi bagian dari pelayanan publik serta ujung tombak pemulihan ekonomi,” ucapnya. *dik

BAGIKAN