Hindari  Kebangkrutan, “Work From Bali” Diharapkan bisa Terwujud

Pelaku usaha di Pulau Dewata menyambut baik rencana pemerintah yang menggagas work from Bali dalam upaya meningkatkan tingkat hunian hotel di Pulau Dewata yang selama ini sangat rendah akibat pandemi Covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) – Pelaku usaha di Pulau Dewata menyambut baik rencana pemerintah yang menggagas work from Bali dalam upaya meningkatkan tingkat hunian hotel di Pulau Dewata yang selama ini sangat rendah akibat pandemi Covid-19. Tidak hanya itu, pelaku usaha juga berharap airport bisa dibuka untuk wisatawan mancanegara. “Bila airport tidak dibuka dan work from Bali tidak terwujud maka Bali akan berpotensi bangkrut,” kata Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)  Bali, Pande Agus Permana Widura di Denpasar.

Ia menilai Bali berpotensi bangkrut karena tidak ada lagi pendapatan yang bisa diandalkan daerah ini. Sebab  masyarakat Bali sangat tergantung oleh pariwisata yang mencapai hampir 78 persen. Semenjak pandemi Covid-19 atau sudah hampir satu setengah tahun ini masyarakat maupun pengusaha Bali hampir no income, terutama yang bergerak di bidang pariwisata.

Ia pun mengakui beberapa langkah konkret dari pemerintah baik itu pusat maupun daerah memnag telah mencoba untuk mengantisipasi terhadap kejadian pandemi, namun sampai saat ini Bali masih belum bisa menunjukkan bahwa perekonomian di Bali itu semakin baik. Itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021 yang masih -9,41 persen. “Indikator untuk kuartal II 2021 pun kita lihat masih belum ada yang mengindikasikan perekonomian Bali akan lebih membaik,” ujarnya.

Untuk itu mantan Ketua DPD REI Bali ini berharap langkah-langkah pemerintah mendukung pertumbuhan ekonomi di Pulau Seribu Pura salah satunya lewat work from Bali benar-benar bisa menjadi salah satu jalan keluar bagaimana Bali ini bisa survive. Bila ini tidak dilakukan maka dikhawatirkan Bali akan terancam bangkrut. “Yang paling saya konsen di sini adalah dibukanya airport di Bali karena jika Juni dan Juli ini juga masih belum buka maka work from Bali ini juga tidak akan bisa maksimal membantu memulihkan perekonomian,” paparnya.

Agus Widura pun menilai work from Bali sebenarnya berharap tidak hanya bagi ASN namun awalnya adalah menyasar wisman pebisnis. Pelaku bisnis asing work from Bali maka harapannya memberikan efek domino secara langsung bagi devisa Bali. Untuk itu perlu dukungan perintah pusat agar airport bisa dibuka, mengingat daerah lain ada yang sudah dibuka kenapa Bali tidak. Selain tentunya juga dukungan pemerintah agar bisa memberikan kemudahan agar pebisnis asing bisa lama longstay dan mempermurah terkait visa.

“Kenapa work from Bali sasar pebisnis asing karena berbisnis dengan teknologi bisa bekerja di mana saja menjadi peluang bagi Bali. Banyak wisman pebisnis yang ingin ke Bali sehingga dapat menggerakkan penginapan, transportasi dan tentunya investasi di daerah ini sehingga ekonomi bergerak,” harapnya.

Untuk mendatangkan hasil positif bagi Bali, Agus Widura menyampaikan butuh langkah-langkah lainnya yang lebih konkret yang bisa me-recovery Bali itu sendiri. Upaya tersebut di antaranya harus mempersiapkan protokol kesehatan secara betul. Termasuk sudah waktunya Bal membuka rumah sakit internasional (bukan rumah sakit bertaraf internasional). Kemudian, berani untuk memberikan informasi terkait dari jumlah orang yang sudah divaksinasi di Bali untuk memberikan informasi tentang jumlah orang yang sudah divaksin di Bali ini kepada mancanegara. “Itu akan memberikan sisi positif kepada calon-calon pengunjung yang akan berlibur ke Bali,” ucapnya. *dik

BAGIKAN