Hindari Bahaya Rokok, Suwirta Tanamkan Konsep ’’Pesaja’’   

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didaulat menjadi narasumber pada workshop "Sinergi Dalam Penguatan Program Pengendalian Rokok untuk Mewujudkan Krama Bali Sehat"

WORKSHOP - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. AA Raka Sudewi, Sp.S saat menghadiri workshop "Sinergi Dalam Penguatan Program Pengendalian Rokok Untuk Mewujudkan Krama Bali Sehat" di Denpasar.

Semarapura (bisnisbali.com) –Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didaulat menjadi narasumber pada workshop “Sinergi Dalam Penguatan Program Pengendalian Rokok untuk Mewujudkan Krama Bali Sehat” yang diselenggarakan Udayana Central bertempat di Hotel Prime Plaza Sanur, Denpasar. Pada kesempatan tersebut, Bupati Suwirta menyemangati para peserta workshop dengan konsep “pesaja”, yang artinya niat baik untuk mengajak masyarakat agar bebas dari bahaya rokok, serta niat yang baik untuk menjaga kesehatan dan udara tetap bersih.

Di hadapan peserta workshop, Bupati Suwirta memaparkan upaya-upaya yang dilakukan dalam menjaga kesehatan warga Klungkung. Salah satunya dengan mengeluarkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Meski ada Perda tersebut tidak serta merta bisa mengajak masyarakat untuk tidak merokok, tetapi ada proses yang harus dilalui agar masyarakat bisa menyadari akan bahaya rokok bagi kesehatan. “Perda ini sebagai upaya agar masyarakat terhindar dari bahaya rokok, dan kesehatan bisa selalu terjaga dengan baik,” ujar Bupati Suwirta.

Pejabat asal Nusa Ceningan ini menambahkan upaya lain yang juga telah dilakukan, yakni membentuk Kader Gerakan Bersama Anti Rokok (Gebrak) yang menyasar sekeha teruna di desa-desa serta sosialisasi pembuatan perarem KTR di desa adat. “Kita yakini diri kita bahwa merokok itu bisa mengakibatkan kesehatan menjadi terganggu, maka dari itu saya mengajak bapak ibu sekalian agar bersama-sama tanamkan pola hidup yang sehat serta menyadari bahaya merokok,” ajaknya.

Selain itu, Bupati Suwirta juga berharap niat baik yang sudah dilakukannya agar bisa dipatuhi bersama-sama. Kesehatan itu sangat penting maka sejak dini harus menjaga kesehatan dengan baik dimulai dari generasi muda untuk memahami bahaya merokok. “Setelah pulang dari workshop ini, bapak ibu dan adik-adik saya harapkan dapat menerapkan di daerahnya masing-masing, setidaknya dimulai dari diri sendiri,” harap Bupati Suwirta.

Sementara itu, Ketua Panitia I Made Kerta Duana menyampaikan kegiatan ini rutin dilaksanakan dari Pusat Penelitian Udayana Central. Kegiatan ini merupakan salah satu kajian di Universitas Udayana yang konsen pada penyakit-penyakit tidak menular, pengendalian bahaya rokok dan kesehatan lainnya. “Kegiatan ini merupakan salah satu komitmen kami dari Udayana Central yang konsen terhadap penyakit-penyakit tidak menular, pengendalian bahaya rokok yang dimulai sejak tahun 2009,” ujarnya.

Acara tersebut juga dihadiri Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Anak Agung Raka Sudewi, Sp.S, perwakilan Dinas Kesehatan se-Bali dan peserta. *dar

BAGIKAN