Hengky Suryawan, Bisnis Trading di Bali Naik Signifikan

Pandemi Covid-19 telah memukul sejumlah sektor usaha, bahkan hampir 90 persen  bisnis itu lumpuh.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pandemi Covid-19 telah memukul sejumlah sektor usaha, bahkan hampir 90 persen  bisnis itu lumpuh. Sisanya 10 persen, menurut Hengky Suryawan, sejumlah bisnis mengantongi pertumbuhan usaha (grow) yang signifikan. Di antaranya bisnis farmasi, alat kesehatan, bisnis sembako dan bisnis investasi salah satunya perdagangan berjangka (trading).

“Saya kaget. Januari hingga awal Maret transaksi trading memang drop seiring terjadinya awal pandemi di Indonesia, termasuk Bali. Namun kemudian di pertengahan Maret, grafiknya berbalik arah (naik), bahkan di akhir April transaksi secara nasional di bursa saham dan forex komoditi trading naik hingga 200 persen. Khusus di Bali ada kenaikan juga beberapa puluh persen sama seperti kota besar lainnya di Indonesia,” tutur Hengky Suryawan, belum lama ini.

Pria yang juga menjabat sebagai Branch Manager Monex Investindo Futures Denpasar itu menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 lonjakan transaksi khususnya di trading komoditi berjangka ini terjadi akibat banyaknya unit usaha yang tutup terkena dampak Covid-19. Sehingga para pebisnis yang terdampak ini mencari alternatif pendapatan usaha lainnya sekaligus dalam rangka upaya memenuhi kewajiban pembayaran kredit ke pihak perbankan. Selain itu, menurutnya, bisnis trading ini jadi pilihan yang sangat menarik, mengingat di tengah pandemi pelaku usaha yang terdampak Covid-19 tidak mungkin mengalihkan investasi ke sektor riil.  Kalaupun melirik investasi di sektor farmasi juga tidak gampang karena ketatnya persaingan saat ini. Menariknya, kata dia, di Monex pihaknya memiliki tools untuk mempermudah invetor trading untuk bertransaksi. Jelas Hengky, di tengah pandemi, harga-harga sejumlah komoditi perdagangan berjangka sangat murah. Di antaranya minyak mentah, dan emas yang harganya sangat menggiurkan. Imbasnya, saat ini bisnis trading terus meninggkat, bahkan peningkatan tersebut didominasi oleh orang yang awam (trader) di bidang trading, namun pihaknya telah berikan edukasi atau pelatihan sebelumnya.

“Selama pandemi peningkatan trader baru di Monex Denpasar ini bisa mencapai 100 persen, bahkan selama pandemi ini ada salah satu trader yang menginvestasikan dana hingga puluhan miliar,” tandasnya. *man

BAGIKAN