Harus Siap, New Normal Ekonomi Diikuti Perubahan Perilaku

Era new normal di tengah covid-19 akan segera diberlakukan dalam upaya memulihkan kegiatan masyarakat sehingga perekonomian bisa kembali tumbuh.

Denpasar (bisnisbali.com) –Era new normal di tengah covid-19 akan segera diberlakukan dalam upaya memulihkan kegiatan masyarakat sehingga perekonomian bisa kembali tumbuh. Masyarakat pun diharapkan siap memasuki fase kenormalan baru ini dan akibatnya akan terjadi perubahan perilaku di segala sektor.

Praktisi ekonomi dari STIE BIITM Sahid, Dr. Luh Kadek Budi Martini, S.E., M.M. di Sanur, Kamis (28/5)  mengatakan, new normal tidaklah “normal” seperti di masa lalu sebelum covid -9 mewabah. New normal akan memerlukan banyak perubahan, baik perubahan sosial, ekonomi, budaya sampai ke perubahan perilaku individu.

Bagi masyarakat Bali yang di masa lalu bergelimang dengan gemerincing dolar di perputaran ekonominya, pasti tidak akan bisa sejaya dulu lagi. New normal akan mengakibatkan jumlah orang yang berkunjung menjadi berkurang.
“Kita tahu, dunia pariwisata hidupnya dari kerumunan orang, artinya seluruh aktivitasnya lebih banyak bersifat kerumunan. Karenanya, wabah covid tidak memperbolehkan kerumunan, tentu akan berdampak sekali bagi industri ini,” katanya.

Misalnya, saat new normal diberlakukan, semua serba terbatas. Pesawat hanya boleh isinya setengah, bis pun sama isinya setengah. Di restoran orang-orang pada duduk berjauhan dan lain-lainnya. Tentu semua itu jelas akan berdampak pada sisi penerimaan para pelaku pariwisata Bali.
Akibat covid-19, semua sektor kena dampaknya. “Karena ekonomi itu sebuah sistem, maka akibat covid, semua sektor terdampak,” ujarnya.

Diakui hanya ada perbedaan terdampak, berat seperti industri tersier (pariwisata dan turunannya), ada yang menengah (seperi kantor-kantor jasa akuntan publik, konsultan pajak, dan yang sejenisnya). Sementara yang kena dampak kecil, seperti rumah tangga.

Sementara pemerhati ekonomi lainnya Kusumayani, M.M, menilai new normal di sisi ekonomi akan terjadi perubahan perilaku yaitu di pelaku usaha hingga masyarakat.
“New normal membiasakan diri hidup berdampingan dengan covid-19 seperti halnya penyakit demam berdarah atau peyakit lainnya yang sudah ada vaksinya. Ini tentu akan terjadi perubahan perilaku, dan masyarakat harus siap,” terangnya.

Fase new normal akan membolehkannya masyarakat kembali beraktivitas dengan sejumlah protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah sebelum ditemukannya vaksin. Dengan masyarakat kembali beraktivitas normal di tengah covid berharap perekonomian dapat kembali bergeliat setelah terpuruk.
“Di sinilah kegiatan ekonomi, usaha dan perilaku masyarakat akan berubah mengarah ke penggunaan teknologi dan digital,” ucapnya. *dik

BAGIKAN