Hari Pertama Penerapan Belanja Daring,  Ojek ”Online” di Pasar Badung Mulai Ramai

Meminimalisir keramaian di tempat umum terutama pasar, masyarakat Kota Denpasar disarankan menggunakan layanan ojek online dalam berbelanja.

Driver ojek online tengah berbelanja untuk konsumen di Pasar Badung

Denpasar (bisnisbali.com) -Meminimalisir keramaian di tempat umum terutama pasar, masyarakat Kota Denpasar disarankan menggunakan layanan ojek online dalam berbelanja. Hari pertama saran ini diterapkan, sejumlah driver (supir) ojek online nampak ramai khususnya di Pasar Badung.

Salah seorang driver ojek online Ade Ardiansyah, Jumat (27/3) mengatakan, respons masyarakat cukup baik. Diakuinya ini untuk pertama kali dia menerima layanan belanja ke pasar  tradisional, sejak adanya kerjasama dari Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar untuk menggunakan layanan ojek online. Hal ini menurutnya cukup efektif yang juga membantu meningkatkan pendapatan para driver. “Ada peningkatan pesanan sih, dari sebelumnya sepi,” ungkapnya.

Pada hari pertama ini, dia melayani konsumen untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok, seperti ikan asin, tempe, tahu, tomat dan sebagainya. Total belanja yang dilakukannya sekitar Rp100.000. Sistem transaksi dikatakannya sama seperti saat menggunakan aplikasi go-shop pada umumnya. Dimana konsumen akan memesan sejumlah barang, yang selanjutnya driver akan membelikan pesanan tersebut, kemudian saat barang diterima di rumah, konsumen akan membayarkan sesuai harga barang ditambah jasa driver.

Disinggung soal batas pembelian, Ardiansyah mengatakan tidak ada batasan hanya disesuaikan dengan kemampuan driver, mengingat proses belanja menggunakan uang dari driver terlebih dahulu. “Mungkin ada yang memberi batasan minimal Rp50.000 maksimal Rp200.000,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar AAN Yuliartha, mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi langsung bersama pihak Go-Jek yang membawahi wilayah Bali dan NTB untuk kerjasama ini.  Hal ini dilakukan dalam upaya mengurangi mobilitas masyarakat datang ke pasar, sehingga praktis diam di rumah namun barang kebutuhan bisa ada. Diakuinya, ini juga membantu para pedagang untuk meningkatan pendapatan, mengingat beberapa hari terakhir,  transaksi di pasar sepi. “Kita hanya sebatas mengkoordinasikan dan menawarkan kerjasama. Silahkan nanti masalah jasa transaksi itu dari pihak konsumen dan driver. Kurang lebih untuk area Denpasar jasa driver hanya berkisar Rp15.000 hingga Rp18.000 untuk sekali antar tergantung jarak dekat-jauhnya pesanan diantarkan,” ujarnya.

Sebelumnya, pihaknya mengaku juga telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait kerjasama ini. Demikian menurutnya, tidak ada kendala mengingat transaksi yang dilakukan para driver sama seperti konsumen lainnya.

Disinggung soal kemungkinan kecurangan driver terkait harga produk yang bisa saja dinaikan, Yuliartha mengaku pihaknya masih akan mempelajari lebih lanjut sembari kerjasama ini dijalankan. Namun demikian, dia mengatakan konsumen sudah tentu lebih tahu harga barang di pasaran, sehingga bisa memperkirakan berapa nominal yang dihabiskan. Disamping itu, antara driver dan konsumen tentu terus melakukan koordinasi melalui aplikasi terkait harga-harga terkini di pasaran.

Yuliartha menambahkan, terkait sistem,  tetap mengikuti aplikasi. Namun pihaknya juga menyediakan layanan informasi untuk para driver, buku tamu hingga nota untuk mengantisipasi jika pedagang tidak memiliki nota. Selain Pasar Badung, Yuliartha juga mengaku sistem ini juga akan diterapkan di pasar lainnya, seperti Pasar Kereneng, Pasar Anyar Sari dan Pasar Sanglah.   *wid

BAGIKAN