Harga Sejumlah Bahan Pokok Mulai Naik

Harga beberapa komoditas bahan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan.

PASAR - Penjualan bumbu dapur di Pasar Badung.

Denpasar (bisnisbali.com) Harga beberapa komoditas bahan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi sejak beberapa hari lalu. Namun, kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan.

Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Badung, Gusti Ayu Suhaeni, Senin (2/11) kemarin, mengatakan, sebelumnya harga daging ayam Rp 30.000 per kilogram. Harga ini tak berubah selama beberapa waktu. Bahkan, harga sempat mencapai di bawah itu. “Harga memang terus berubah setiap harinya. Kadang-kadang bisa anjlok,” ujarnya.

Sejak pandemi covid-19, dikatakannya harga daging ayam memang fluktuatif dan cenderung turun. Hal itu dikarenakan permintaan yang minim akibat sektor pariwisata terhenti. “Sekarang harga daging ayam sudah kembali Rp 35.000 per kilogram,” terangnya.

Selain daging ayam, cabai besar juga mengalami kenaikan harga dan kini mencapai Rp 40.000 per kilogram. Salah seorang pedagang bumbu dapur, Ni Wayan Wandri mengatakan, kelangkaan stok yang membuat harga cabai merah besar naik. Sebelumnya harga hanya Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram.

Sementara itu, untuk harga jenis bumbu dapur lainnya, dikatakan Wandri, masih stabil. Seperti bawang merah Rp 30.000 per kilogram, bawang putih Rp 25.000 per kilogram dan tomat Rp 5.000 hingga Rp 8.000 per kilogram.

Demikian terhadap komoditas sayur, beberapa di antaranya juga mengalami kenaikan. Ni Wayan Murni, pedagang sayur di Pasar Badung mengaku beberapa jenis sayuran yang mengalami kenaikan yaitu brokoli Rp 35.000 per kilogram dari Rp20.000 per kilogram, sayur hijau Rp15.000 per kilogram dari sebelumnya Rp5.000 per kilogram.

“Kalau untuk jenis lainnya masih rendah. Seperti paprika masih Rp 25.000 per kilogram dari biasanya sampai Rp 80.000 per kilogram, wortel Rp 12.000 per kilogram dari Rp 16.000 per kilogram,” ungkapnya. *wid

BAGIKAN