Harga Pakan Babi Makin Mahal

Sejumlah peternak babi di Kabupaten Tabanan mengeluhkan harga pakan pabrikan yang makin mahal saat ini.

BABI – Salah satu peternakan babi di Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Sejumlah peternak babi di Kabupaten Tabanan mengeluhkan harga pakan pabrikan yang makin mahal saat ini. Betapa tidak, di tengah harga babi di tingkat peternak yang saat ini berada posisi lebih baik dibandingkan dengan sebelum pandemi, kondisi itu tak lantas menguntungkan peternak karena biaya produksi juga makin mahal.

“Saat ini harga babi di tingkat peternak Rp 46 ribu per kg. Harga tersebut di tengah pandemi dan jelang Galungan ini bisa dibilang masih stabil. Tapi jika dibandingkan dengan sebelum pandemi, terlebih lagi sebelum kasus kematian babi secara mendadak, harga memang mengalami lonjakan,” tutur salah satu peternak babi di Tabanan, I Putu Hendra Manik, Jumat (9/4).

Menurutnya, saat ini dengan harga babi yang berada di level Rp 46 ribu per kg di tingkat peternak, sebenarnya kalangan peternak menanggung risiko dan beban biaya cukup besar untuk berproduksi. Risiko tinggi ini karena ancaman kasus kematian babi secara mendadak di Tabanan masih tetap terjadi hingga kini. Di sisi lain, biaya produksi khususnya pakan semakin mahal.

Hendra Manik mengungkapkan, harga pakan pabrikan bisa mengalami kenaikan harga 2-3 hari sekali, bahkan persentase lonjakannya total bisa mencapai Rp 50 ribu hanya dalam satu bulan. Kenaikan biaya produksi dari pakan ini sangat memberatkan peternak. Sebab, dengan memelihara indukan babi mencapai 13 ekor saja biaya pengeluaran yang ditanggung bisa mencapai Rp 11 juta per bulan. “Pakan pabrikan ini memang menjadi kebutuhan utama bagi peternak agar bisa menghasilkan babi yang memiliki kualitas unggul,” ujarnya.

Di sisi lain, di tengah sedikitnya populasi babi di Tabanan dan harga yang menjanjikan, permintaan pasar akan bibit babi juga cukup tinggi. Pihaknya pernah menerima permintaan pembelian bibit babi mencapai 155 ekor, namun pihaknya tidak mampu menyanggupi semua karena kapasitas produksi yang maksimal hanya mencapai 105 ekor pascaterdampak kasus kematian babi secara mendadak. “Permintaan bibit babi ini datang dari kalangan peternak lokal dan harga bibit babi ini mencapai Rp 1.200.000 per ekor,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan Ir. I Nyoman Budana, M.M. mengungkapkan, harga babi di tingkat peternak cukup menjanjikan, berkisar Rp 40.000 per kg sampai Rp 50.000 per kg saat ini. Hal itu pula yang membuat sejumlah peternak di Tabanan mulai melirik untuk kembali mencoba beternak babi pascakasus kematian babi secara mendadak beberapa waktu lalu.

Memfasilitasi animo peternak tersebut, Pemkab Tabanan melalui program usulan hibah para kelompok peternak babi ke DPRD Tabanan berencana akan memberikan bantuan dalam bentuk dana pembelian bibit. Selain dibantu hibah dari Pemprov Bali, bantuan hibah serupa rencana juga akan difasilitasi oleh Pemkab Tabanan. Untuk di kabupaten sudah ada pengajuan sebagai calon penerima hibah mencapai 38 kelompok peternak babi. “Saat ini bantuan hibah baik dari pihak provinsi maupun kabupaten ini belum cair karena masih tahap proses,” tandasnya.

Ia menambahkan, calon penerima hibah tersebar di seluruh kecamatan di Tabanan. Besaran dana hibah yang akan diterima kelompok disesuaikan dengan jumlah keanggotaan, yakni, mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 75 juta per kelompok. *man

BAGIKAN