Harga Lobster Sentuh Level Tertinggi

Harga jual lobster hasil tangkapan nelayan di Yeh Gangga melonjak hingga menyentuh Rp 350 ribu per kilogram saat ini.

NELAYAN - Nelayan di Yeh Gangga, Tabanan, mendapatkan harga lobster tertinggi selama pandemi Covid-19.

Tabanan (bisnisbali.com) –Harga jual lobster hasil tangkapan nelayan di Yeh Gangga melonjak hingga menyentuh Rp 350 ribu per kilogram saat ini. Kondisi tersebut memposisikan harga jual salah satu komoditi ekspor nelayan Kabupaten Tabanan ini berada di level tertinggi selama pandemi Covid-19.

Pengelola usaha Tulus Lobster yang merupakan pengepul lobster di Yeh Gangga, Dewa Gede Ada Artana, Kamis (17/12), mengungkapkan harga lobster di tingkat nelayan merangsek naik ke posisi Rp 350 ribu per kilogram. Ini merupakan harga  tertinggi selama pandemi Covid-19, bahkan naik dari harga rata-rata normal sebelum merebaknya virus corona.

Sebelumnya, setelah sempat anjlok ke harga Rp 110 ribu per kilogram pada awal masa pandemi, harga lobster mulai membaik mulai April dengan naik ke posisi Rp 260 ribu per kilogram. Selang dua hingga tiga hari melonjak kembali menjadi Rp 280 ribu dan per 1 Oktober 2020 harga lobster meningkat lagi ke level Rp 320 ribu per kilogram. “Lonjakan harga lobster terjadi secara bertahap hingga akhirnya berada di kisaran saat ini,” tuturnya.

Diterangkannya, lonjakan harga lobster di tingkat nelayan dipicu oleh jumlah produksi yang tidak maksimal di tengah cuaca buruk menjelang akhir tahun. Selain itu, para periode yang sama ada permintaan impor lobster dari Tiongkok terkait sejumlah perayaan agama di negara tersebut yang  membuat serapan salah satu hasil tangkapan nelayan Yeh Gangga ini meningkat daripada sebelumnya.

Menurut Dewa Gede Ada, saat ini produksi lobster Indonesia termasuk hasil tangkapan nelayan dari Yeh Gangga menjadi komoditi dominan yang masuk ke Tiongkok. Sebab, di waktu bersamaan produksi lobster dari negara kompetitor yakni Vietnam tengah menurun.

Diakuinya, musim hujan yang kadang dibarengi angin kencang memang berdampak terhadap jumlah tangkapan nelayan lokal. Hasil tangkapan nelayan di Yeh Gangga mengalami penurunan. Jika sebelumnya jumlah tangkapan lobster bisa mencapai 40 kg-50 kilogram per hari, sekarang menurun menjadi 15 kg-20 kilogram per hari.

Penurunan jumlah tangkapan lobster juga dipicu oleh peralihan musim panen. Desember ini merupakan peralihan dari musim panen lobster ke jenis ikan. Biasanya jenis ikan yang ditangkap nelayan adalah kasapan dan layur. Musim panen ikan akan berlangsung hingga tahun depan, kemudian pada Agustus 2021 nanti akan kembali ke musim tangkap lobster.

“Setiap tahun musim tangkap lobster terjadi mulai Agustus, puncak musimnya terjadi Oktober dan berakhir pada Desember. Meski di luar musim, jumlah tangkapan lobster tetap ada, namun jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya,” jelas Dewa Gede Ada. *man

BAGIKAN