Harga Kembali Menguat, Peternak Ayam jangan Buru-Buru Tambah Populasi

Kalangan peternak ayam potong di Kabupaten Tabanan diharapkan tak buru-buru menambah populasi kandang, menyusul telah kembali melonjaknya harga produksi saat ini.

Tabanan (bisnisbali.com) –Kalangan peternak ayam potong di Kabupaten Tabanan diharapkan tak buru-buru menambah populasi kandang, menyusul telah kembali melonjaknya harga produksi saat ini. Upaya tersebut sebagai antisipasi mencegah kembali anjloknya harga sekaligus mencegah kerugian ditengah kondisi permintaan pasar yang tak pasti saat pandemi Covid-19 ini.

“Meski kondisinya sudah membaik dengan harga yang menjanjikan, sebaiknya jangan dulu disikapi dengan serta merta meningkatkan populasi kandang dengan signifikan saat ini,” tutur Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, I Wayan Suamba.

Saat ini, kata Suamba, para peternak harus berhati-hati untuk melakukan penambahan populasi kandang. Jangan sampai dengan harga jual yang membaik ini langsung disikapi menambah populasi kandang secara signifikan dengan harapan bisa menikmati untung lebih dari kondisi tersebut. Sebab dari pengalaman sebelumnya, anjloknya harga jual, justru disebabkan karena populasi ayam yang tinggi di tengah menurunnya permintaan pasar.

“Imbauan tersebut sudah sering kami sampaikan ke kalangan peternak. Namun, para peternak ini nampaknya malah berlomba-lomba menaikkan populasi untuk mengejar keuntungan,” kilahnya.

Bercermin dari itu, Suamba mengingatkan peternak agar berhati-hati dalam menambah populasi kandang untuk mencegah anjloknya harga jual kembali terjadi. Mengingat saat ini, permintaan pasar dari kalangan hotel dan restoran serta daya beli konsumen masih belum kembali normal karena terdampak Covid-19. Pihaknya mengakui, permintaan sekaligus permainan pasar akan ayam potong ini memang sulit untuk kendalikan sehingga harga hanya bisa dikendalikan melalui populasi saja.

Di sisi lain, saat ini harga ayam potong di tingkat peternak sudah berada di level Rp 25 ribuan per kg atau sudah di atas BEP yang hanya Rp 22 ribu per kg. Artinya, harga jual yang dinikmati para peternak ayam ditengah naiknya harga DOC, dan pakan dari pabrikan ini sudah memberi untung produksi.

‘’Saat ini peternak ayam potong di Tabanan merupakan peternak kemitraan, hanya sebagian kecil merupakan peternak mandiri,” tandasnya. *man

BAGIKAN