Harga Kedelai Kian Melonjak, Pengusaha Tahu Tempe Kelabakan  

Harga kedelai yang akhir tahun lalu mulai mengalami kenaikan, kini kembali melonjak.

MELONJAK - Harga kedelai impot kembali melonjak, membuat pengusaha tahu tempe kelabakan, karena harga jual yang tak bisa dinaikkan.

Denpasar (bisnisbali.com)-Harga kedelai yang akhir tahun lalu mulai mengalami kenaikan, kini kembali melonjak. Harga kedelai khususnya impor yang biasanya mencapai Rp6.000-Rp7.000 per kilogram, kini sudah mencapai Rp11.000-Rp12.000 per kilogram. Hal ini membuat para pengusaba tahu tempe kebingungan, dikarenakan harga jual tidak bisa dinaikkan.

Salah seorang pengusaha tahu tempe asal Gianyar Kadek Agus Bahelyadi, Selasa (1/6) kemarin, mengatakan dari akhir tahun lalu harga kedelai sudah naik. Belum sempat ada tanda-tanda penurunan, saat ini kembali naik menjadi Rp11.000 per kilogram. “Kalau dulu idealnya Rp6.800 hingga Rp7.000 per kilogram. Sejak tahun lalu, terus naik dan sampai saat ini Rp11.000 per kilogram,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini menjadi harga kedalai tertinggi yang pernah dia temui. Sebelumnya kenaikan harga kedelai paling tinggi hingga Rp8.000 per kilogram. “Sekarang kaget juga harga bisa sampai Rp11.000 per kilogram,” ungkapnya.

Disinggung soal situasi dalam produksi, Kadek Agus, mengatakan produksi masih terus berjalan. Hanya saja ukuran tempe saat ini diperkecil untuk mensiasati tingginya harga kedelai. Meski sudah dikecilkan, dikatakannya laba yang didapatkan masih sangat tipis.

Kenaikan harga kedelai juga diakui oleh pengusaha tahu tempe lainnya, Kencana Dewi. Pengusaha tahu tempe asal Bangli ini mengakui harga kedelai yang diperolehnya mencapai Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram.

Sebelumnya, Kencana Dewi mengakui, pada Mei 2020, harga kedelai hanya Rp6.000 per kilogram. Lalu pada November 2020 naik menjadi Rp8.000 per kilogram dan Januari 2021 mencapi Rp9.000 per kilogran, hingga naik saat ini Rp12.000 per kilogram. Kedelai biasa ia pasok dari distributor kedelai impor di Penatih.

Ia mengatakan, pasokan kedelai masih ada, khususnya kedelai impor dari Amerika, karena sebagian besar pengusaha tahu dan tempe memang memanfaatkan kedelai impor. “Karena kedelai impor selain harganya bersaing, memang kualitas bagus, bersih dan  kontinyuitas ada,” terangnya.

Meskipun kelangkaan bahan baku kedelai belum terjadi, namun harga kedelai yang naik cukup menyulitkan dan memperkecil keuntungam usaha perajin tempe. “Kalau kita berusaha nyari bahan baku, ada aja tapi harganya yang naik itu bikin pusing,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN