Harga Kebutuhan Pokok Terus Melonjak

Beberapa harga kebutuhan pokok di pasaran masih tinggi. Kondisi ini menuai keluhan dari pedagang dan konsumsen mengingat masih lemahnya perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

POKOK - Penjualan kebutuhan pokok di pasar tradisional.

Denpasar (bisnisbali.com) – Beberapa harga kebutuhan pokok di pasaran masih tinggi. Kondisi ini menuai keluhan dari pedagang dan konsumsen mengingat masih lemahnya perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Harga cabai rawit sudah mencapai Rp 80.000 per kilogram, daging ayam Rp 40.000 per kilogram dan daging babi melambung hingga Rp 90.000 per kilogram. Sementara harga kedelai yang tinggi membuat harga tahu dan tempe naik di pasaran.

Berdasarkan data harga pasar dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali per Kamis (7/1) kemarin, tingginya harga cabai khususnya cabai rawit terjadi di beberapa pasar. Rata-rata mencapai Rp 80.000 per kilogram. Sementara harga cabai merah besar sudah turun menjadi Rp 35.000 per kilogram dari Rp 50.000 per kilogram.

Harga daging ayam juga masih tinggi yaitu Rp 40.000 per kilogram, meski beberapa pasar sudah mulai menjual dengan harga Rp 36.000 per kilogram. Harga daging ayam biasanya Rp 35.000 per kilogram, bahkan di awal pandemi lalu sempat anjlok hingga Rp 28.000 per kilogram. Sementara kedelai yang beberapa waktu lalu mengalami kenaikan, kini harganya Rp 12.5000 per kilogram untuk jenis impor dan Rp 11.000 per kilogram untuk jenis kedelai lokal.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Wayan Jarta mengatakan, khusus kenaikan harga cabai dikarenakan pengaruh musim hujan. Selain produksi yang mengalami kendala, cabai yang kurang tahan terhadap air menjadi lebih cepat rusak saat musim hujan. “Harga cabai memang sering mengalami fluktuasi, karena produk yang tidak bisa distok dan masyarakat masih enggan mengonsumsi cabai olahan. Namun, naik turunnya harga cabai saat ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya tidak terlalu, karena sebelumnya sempat hingga Rp 200.000 per kilogram,” terangnya.

Sementara itu, kenaikan harga kebutuhan pokok menuai keluhan dari pedagang. Salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Badung, Ni Wayan Wandri, mengatakan, permintaan kebutuhan pokok khususnya bumbu dapur saat ini masih sepi. Tingginya harga produk membuat permintaan makin berkurang. Di samping itu, musim hujan yang membuat produk mudah rusak juga menambah kerugian pedagang. *wid

BAGIKAN