Harga Gula di Denpasar Lampaui HET  

Berdasarkan data harga pasar hasil pantauan Dinas  Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar

Denpasar (bisnisbali.com) – Sejak beberapa bulan terakhir, harga gula di pasaran mengalami kenaikan. Rata-rata harga gula telah mencapai Rp13.000 per kilogram melebihi harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp12.500 per kilogram.

Berdasarkan data harga pasar hasil pantauan Dinas  Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Kamis (21/11) kemarin menyebutkan, rata-rata harga di beberapa pasar di Kota Denpasar Rp13.000 per kilogram. Harga ini sudah terjadi sejak Juli 2019 lalu. Harga ini terjadi di Pasar Agung, Pula Kerti, Kreneng dan Pasar Badung.

Sementara itu, data yang diberikan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali menyebutkan, harga rata-rata gula pasir di 4 pasar yang menjadi objek pantauan (Pasar Badung, Pasar Nyanggelan, Pasar Kreneng dan Pasar Agung) yaitu Rp12.563 per kilogram. Kasi Pengendali Barang Pokok dan Barang Penting Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali Gatot Supriatin mengatakan, pemantauan harga di masing-masing pasar dilakukan kepada 3 orang pedagang. “Kami memantau pedagang yang sama setiap harinya. Setiap pedagang menjual dengan harga yang berbeda satu sama lainnya,” ungkap Gatot.

Dijelaskannya, kenaikan harga gula pasir saat ini karena telah berakhirnya musim giling gula tebu di Jawa. Hal ini membuat harga relatif naik yang diberikan langsung oleh distributornya.

Disinggung soal berapa lama harga gula akan tinggi, Gatot mengatakan, kemungkinan beberapa hari lagi akan terjadi penurunan kembali. “Karena sebelumnya sempat naik dan turun secara perlahan,” imbuhnya. *wid

 

BAGIKAN