Harga Gabah Petani di Tabanan Kembali Menguat

Sempat diperdagangkan turun bahkan di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), kini harga gabah dengan kualitas Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani di Kabupaten Tabanan menguat.

HARGA GABAH - Produksi padi di petani Tabanan  pada musim panen. Harga gabah kualitas GKP dan tengah saat ini telah menguat di kisaran Rp4.200 per kg.          

Tabanan (bisnisbali.com) –Sempat diperdagangkan turun bahkan di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), kini harga gabah dengan kualitas Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani di Kabupaten Tabanan menguat. Terbaru harga gabah kualitas GKP bahkan tengah bercokol di kisaran Rp4.200 per kg.

Pelaku usaha penggilingan padi di Tabanan sekaligus juga Ketua DPD Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) Bali, AA. Made Sukawetan, Selasa (4/5) mengungkapkan, sekarang ini harga gabah kualitas GKP di tingkat petani di Tabanan sudah membaik dari sebelumnya. Kondisi saat ini sekaligus memposisikan harga sudah sesuai dengan besaran HPP yang ditetapkan dalam Permendag 24/ 2020 yaitu untuk GKP di tingkat petani sebesar Rp4.200 per kg.

“Sebelumnya sempat harga gabah di petani dengan kualitas GKP ini turun hingga menyentuh Rp 4.000 per kg, khususnya terjadi pada awal musim panen Maret lalu. Tapi kini harga sudah kembali membaik,” tuturnya.

Penyebab kembali menguatnya harga gabah ini dipicu oleh musim panen dibarengi dengan kondisi cuaca yang mendukung saat ini. Yakni, panas atau minim hujan, sehingga kualitas gabah yang dihasilkan petani menjadi lebih baik dari sebelumnya karena tingkat kekeringan atau kadar air pada gabah yang normal berkisar 20-22 persen. Imbuhnya, penguatan harga gabah ini sudah terjadi sejak seminggu terakhir dan kemungkinan akan terus berlanjut seiring dengan menjelang berakhirnya musim panen.

Di sisi lain jelas Sukawetan, meski harga gabah di tingkat petani naik, produksi gabah di petani ini tetap terserap semua oleh kalangan usaha Perpadi. Pihaknya, bahkan rata-rata menyerap hasil panen petani ini mencapai 7 ton per hari menyasar sentra produksi padi di Desa Tangguntiti Kecamatan Selemadeg Timur hingga ke barat di kawasan pantai Soka Kecamatan Selemadeg yang sedang memasuki musim panen saat ini.

“Saat ini kawasan Tabanan bagian barat ini masih menyisakan panen dan kemungkinan itu akan habis pada dua minggu kedepan,” ujarnya.

Di sisi lain akuinya, seirama dengan penguatan harga gabah, saat ini untuk harga beras di tingkat usaha penggilingan juga mengalami hal sama. Sebelumnya, harga beras yang berada di kisaran Rp 8.200 per kg, kini sudah menguat ke level Rp 8.700 per kg. Menurutnya, meski harga beras sudah menguat, harga beras ini masih terbilang turun dari harga sebelumnya yang rata-rata diperdagangkan di level Rp 9.000-an per kg.

“Kondisi harga beras ini dipicu oleh permintaan pasar yang cenderung lesu, sehingga penguatan harga beras hanya terjadi di kisaran tipis,” tandasnya. *man

BAGIKAN