Harga Cabai Rawit Terus Naik

Harga cabai rawit kembali mengalami lonjakan yang sudah di atas Rp 100.000 per kilogramnya.

PEDAGANG - Pedagang cabai di Pasar Ketapian, Denpasar.

Denpasar (bisnisbali.com) – Harga cabai rawit kembali mengalami lonjakan yang sudah di atas Rp 100.000 per kilogramnya. Sebelumnya, harga cabai rawit bertahan lama di angka Rp 80.000 per kilogram dan sempat turun menjadi Rp 70.000 per kilogram.

Pedagang bumbu dapur di Pasar Ketapian, Denpasar, Wayan Suastini, Senin (1/3), mengatakan, saat ini harga cabai merah yang dijualnya mencapai Rp 110.000 per kilogram. Sementara untuk kualitas campur (merah campur hijau) masih bisa dijual Rp 80.000 per kilogram. Kenaikan harga cabai ini sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir.

Diperkirakan, cuaca ekstrem menjadi faktor penyebab kenaikan harga. “Kemungkinan karena hujan-hujan ini, jadi cabai mudah busuk. Demikian petani juga banyak yang gagal panen,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh pedagang bumbu dapur di Pasar Badung, Ni Wayan Wandri. Dia juga menyebutkan, harga cabai yang saat ini dijualnya Rp 100.000 per kilogram. Dengan naiknya harga cabai saat ini membuat kondisi makin sulit bagi pedagang. Penjualan dikatakannya sepi dan tidak sedikit pembeli yang mengurangi permintaannya. “Pembeli mengurangi jumlah belanja, kebanyakan nyari sedikit saat ini. Apalagi ekonomi masih lesu seperti sekarang,” terangnya.

Selain itu, dalam kondisi sekarang, lanjut Wandri, keadaan produk khususnya cabai lebih mudah busuk. Jika tidak segera habis terjual, maka akan membuatnya makin rugi. “Jadi kami tidak berani menyediakan banyak stok,” ujarnya.

Berdasarkan data harga pasar dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, juga nampak ada kenaikan harga cabai. Rata-rata harga cabai rawit di beberapa pasar di Kota Denpasar mencapai Rp 100.000 per kilogram. *wid

BAGIKAN